Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (4/6/2026) pagi dibuka melemah 21,5 poin atau 0,36 persen ke level 5.919,56. Pelemahan ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang turun 0,24 persen atau 1,44 poin menjadi 587,55.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa IHSG akan kembali menguat. Menurutnya, fundamental perekonomian Indonesia yang solid menjadi modal utama untuk mendorong pemulihan indeks. “Saya yakin (IHSG) akan naik lagi karena fondasi ekonomi bagus,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Pemerintah tidak menetapkan target spesifik untuk level IHSG pada tahun ini. Namun, Purbaya menekankan bahwa berbagai indikator ekonomi dapat mendorong pergerakan positif indeks. Salah satu indikator tersebut adalah inflasi pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 3,08 persen secara tahunan (year on year/yoy), masih berada dalam rentang target Bank Indonesia sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.
Purbaya menilai gejolak IHSG saat ini lebih disebabkan oleh kekhawatiran jangka pendek terkait isu-isu negatif di dalam negeri. Padahal, permintaan domestik masih menunjukkan kinerja stabil. Daya beli masyarakat dinilai masih kuat, terlihat dari ramainya aktivitas publik di Jakarta dan daerah, serta permintaan terhadap kebutuhan tersier seperti tempat hiburan dan hotel. Selain itu, realisasi penerimaan pajak juga disebut mencerminkan kinerja perekonomian yang baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan