Media Kampung – Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan signifikan pada sesi pertama perdagangan Selasa, 19 Mei 2026, bersamaan dengan tekanan yang terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham BUMI yang sempat menguat pada pembukaan sesi perdagangan justru berbalik arah dan melemah hingga 9,22 persen menjadi Rp187 per saham.
Pergerakan saham BUMI ini terjadi dalam konteks IHSG yang memang sedang menghadapi tekanan setelah mengalami penurunan selama lima hari berturut-turut. Pada hari sebelumnya, IHSG ditutup melemah sebesar 1,85 persen dengan aksi jual bersih oleh investor asing mencapai Rp460 miliar. Saham-saham besar yang banyak dijual asing termasuk ANTM, BREN, AMMN, ADRO, dan DSSA, menambah tekanan pada pasar modal domestik.
Meskipun demikian, pada pembukaan perdagangan hari yang sama, saham BUMI sempat menunjukkan penguatan sebesar 0,97 persen di level Rp208 per saham. Saham ini juga termasuk salah satu dari beberapa emiten yang masih mampu bergerak positif di tengah pelemahan pasar, bersama dengan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Namun, penguatan ini tidak bertahan lama karena tekanan jual kembali terjadi di sesi pertama.
Indeks Bisnis-27, yang merupakan indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dengan Harian Bisnis Indonesia, juga membuka perdagangan dengan pelemahan 0,22 persen. Dari 27 saham konstituen indeks tersebut, mayoritas mengalami penurunan harga, termasuk saham BUMI yang turun hampir 10 persen, menandakan sentimen negatif yang kuat di pasar saham terkait sektor pertambangan dan energi.
Situasi pasar saham domestik hari itu juga dipengaruhi oleh sentimen global yang kurang kondusif. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan lonjakan harga minyak mentah dunia meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap tekanan inflasi dan biaya pinjaman yang lebih tinggi. Bursa Asia pun mengalami tekanan serupa, yang turut mempengaruhi pergerakan IHSG dan saham-saham unggulan di Indonesia.
BNI Sekuritas pun merekomendasikan strategi pembelian spekulatif pada beberapa saham termasuk BUMI, di tengah potensi rebound teknikal IHSG setelah penurunan lima hari berturut-turut. Namun, pada kenyataannya, saham BUMI menunjukkan volatilitas tinggi dengan koreksi signifikan di sesi pertama perdagangan.
Para analis dari MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berisiko melanjutkan koreksi dalam rentang level support 6.270 hingga 6.379, dengan resistance di kisaran 6.640 hingga 6.745. Hal ini menunjukkan bahwa pasar saham masih menghadapi tantangan dalam mempertahankan momentum positif dalam jangka pendek.
Pergerakan saham BUMI pada perdagangan hari itu menjadi salah satu cerminan dinamika pasar saham yang sedang bergejolak. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi, mengingat kondisi pasar yang penuh ketidakpastian dan pengaruh sentimen global yang masih kuat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan