Media Kampung – Subnautica 2 resmi hadir dalam versi early access, namun perhatian publik kini tertuju pada ketentuan End User License Agreement (EULA) yang dinilai sangat ketat dan kontroversial. EULA tersebut bahkan membuat sebuah berita yang membahasnya diperkirakan telah melanggar peraturan yang ada di dalamnya.
Perjanjian lisensi pengguna akhir atau EULA biasanya mengatur hak dan kewajiban pengguna terhadap game. Namun, EULA Subnautica 2 yang disusun oleh penerbit Krafton memuat sejumlah klausul berlebihan yang membuat pemain dan bahkan media mengalami kesulitan untuk mematuhi aturan tersebut. Beberapa aturan tersebut melarang pengguna melakukan hal-hal yang dianggap dapat merusak reputasi perusahaan, afiliasi, penyedia layanan, atau game itu sendiri.
Selain itu, EULA tersebut mengharuskan setiap video gameplay yang dibuat harus menyertakan pernyataan khusus yang menyatakan bahwa video tersebut tunduk pada ketentuan layanan game dan tidak disponsori oleh Krafton. Jika tidak, Krafton berhak mencabut lisensi yang diberikan untuk membuat dan menyebarkan video tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Seorang pengguna Reddit bernama SickPois0on mengumpulkan berbagai klausul kontroversial dari EULA ini dan membagikannya di komunitas Stop Killing Games. Banyak di antaranya dianggap terlalu luas dan membingungkan, seperti larangan menggunakan VPN walaupun hanya untuk tujuan pribadi dan bukan untuk menghindari pembatasan geografis. Klausul tersebut bahkan mencakup larangan menggunakan game di lebih dari satu perangkat secara bersamaan tanpa membeli lisensi tambahan.
Klausul lain yang cukup mencengangkan adalah larangan melakukan tindakan yang melanggar hukum atau norma sosial secara umum, yang dianggap sangat subjektif dan membuka peluang interpretasi yang beragam. Contohnya, tindakan yang dianggap tidak wajar oleh masyarakat, seperti membiarkan hewan di habitat yang tidak sesuai, bisa dianggap melanggar aturan ini.
Namun, pihak pengembang asli Subnautica, Unknown Worlds, tidak bertanggung jawab atas isi EULA ini karena semua keputusan berasal dari Krafton. Salah satu programmer animasi di Subnautica, Sam Dark, menegaskan di Discord resmi bahwa Krafton tidak akan mengambil tindakan terhadap pemain yang hanya bermain, melakukan streaming di platform seperti Twitch atau YouTube, atau berbagi dengan teman melalui Discord. Ia juga menyebutkan bahwa dukungan modding tetap diperbolehkan selama mengikuti aturan tertentu.
Krafton juga menyatakan bahwa EULA dapat berubah sewaktu-waktu, yang menambah ketidakpastian bagi para pemain terkait kepatuhan terhadap aturan ini. Isu EULA ini menjadi bagian dari serangkaian kontroversi yang menimpa Krafton, termasuk pengakuan CEO Krafton yang menggunakan ChatGPT untuk menangani berbagai masalah, termasuk dalam negosiasi bonus dengan studio pengembang.
Meski Subnautica 2 mendapatkan sambutan positif dari pemain, kontroversi terkait EULA ini menimbulkan kekhawatiran tentang bagaimana kebijakan hukum yang terlalu ketat dapat menghambat komunitas dan pengalaman bermain secara umum. Krafton kini menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan perlindungan hak cipta dan kenyamanan pengguna agar tidak kehilangan kepercayaan dari penggemar game tersebut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan