Media Kampung, Jakarta — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjadi sorotan publik setelah serangkaian kontroversi mewarnai kepemimpinannya di Kementerian PU. Pengamat kebijakan publik menilai Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan evaluasi serius terhadap kinerja menteri tersebut.

Baca juga:

Peneliti Sygma Research and Consulting, Nasir Fakhrudin, mengatakan bahwa rangkaian polemik yang terjadi belakangan ini telah mengganggu fokus birokrasi dan mengikis kepercayaan publik terhadap Kementerian PU. Menurutnya, seorang menteri tidak hanya dinilai dari kemampuan membangun infrastruktur, tetapi juga dari kapasitas menjaga marwah institusi dan membangun kepercayaan publik.

“Ketika kontroversi muncul secara berulang, Presiden perlu melakukan evaluasi,” kata Nasir, Kamis (16/7).

Kontroversi yang Mewarnai Kepemimpinan Dody Hanggodo

Sepanjang kepemimpinannya, Kementerian PU lebih sering menjadi pusat polemik ketimbang prestasi. Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro, secara blak-blakan meminta Menteri Dody berhenti membuat kehebohan yang mengganggu konsentrasi kementerian.

Sejumlah isu yang menjadi perhatian masyarakat antara lain polemik rencana perjalanan dinas Menteri PU ke Amerika Serikat, isu pencantuman anggota keluarga dalam dokumen perjalanan, dugaan mutasi sejumlah ASN yang dikaitkan dengan kebocoran dokumen internal, hingga sorotan terhadap respons kementerian dalam penanganan infrastruktur pascabencana di Aceh.

Nasir menekankan bahwa sebagian isu tersebut telah memperoleh klarifikasi dari Menteri PU, namun tetap menimbulkan beban politik dan administratif bagi kementerian. Menurutnya, polemik yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan kepemimpinan dan manajemen komunikasi publik.

Baca juga:

Kritik dari DPR dan Pengamat

Syafiuddin Asmoro, anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, meminta Menteri Dody untuk lebih fokus bekerja dan tidak lagi membuat kehebohan yang dapat mengganggu konsentrasi kementerian. Ia mengingatkan bahwa Kementerian PU memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur nasional.

“Kami menghormati kewenangan Menteri PU dalam melakukan pembinaan organisasi, namun energi pimpinan kementerian seharusnya diarahkan untuk mempercepat penyelesaian program pembangunan yang menjadi kebutuhan rakyat,” ujar Syafiuddin dalam keterangan persnya, Kamis (16/7).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan kerukunan di lingkungan internal Kementerian PU.

Peneliti kebijakan publik lainnya menilai cara komunikasi Menteri Dody terkesan defensif dan arogan dalam menjawab tuduhan-tuduhan yang berkembang. Alih-alih menjelaskan dengan konteks transparansi dan akuntabilitas, komunikasi publik yang buruk justru membuat citra pemerintahan semakin tercoreng.

Bantahan Menteri Dody

Dody Hanggodo membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia bahkan menantang pihak yang bisa membuktikan adanya nepotisme terkait penunjukan keponakannya sebagai komisaris BUMN dengan imbalan umrah sekeluarga. Terkait mutasi ASN, Dody mengklaim hal itu sebagai hal biasa dan penyegaran jabatan yang dikaitkan dengan temuan transaksi judi online dan absensi.

Baca juga:

Meski demikian, polemik terus bergulir. Pembocoran dokumentasi perjalanan dinas Menteri Dody bersama keluarga yang diduga berasal dari internal, menambah daftar kasus perlawanan ASN di lingkungan pemerintahan.

Prestasi di Tengah Polemik

Di tengah sorotan, Kementerian PU tetap menjalankan program-program pembangunan. Salah satunya adalah program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang akan membangun 12,65 kilometer jalan di Banda Neira, Maluku Tengah. Program ini bertujuan meningkatkan konektivitas jalan daerah, mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan, serta mendorong pariwisata.

Namun, pencapaian tersebut seolah tenggelam di tengah derasnya kontroversi yang melanda kementerian. Pengamat menilai bahwa presiden perlu segera mengambil langkah untuk memulihkan kepercayaan publik.