Media Kampung – Setiap tanggal 25 Juni, bangsa Indonesia memperingati hari lahir salah satu tokoh besar, Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie. Presiden ketiga Republik Indonesia ini lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang cerdas sejak kecil, gemar bertanya, dan fasih berbahasa Belanda.
Perjalanan Pendidikan dan Karier
Setelah menamatkan pendidikan dasar, Habibie melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1954 dengan mengambil jurusan Teknik Mesin. Namun, ambisinya untuk mendalami ilmu penerbangan membawanya ke Jerman. Ia melanjutkan pendidikan di RTWH Aachen, Jerman, dengan fokus pada Teknik Konstruksi Ringan. Di sinilah ia mengembangkan teori yang membuatnya terkenal di dunia penerbangan.
Crack Progression Theory: Lahirnya Julukan Mr Crack
Melalui penelitiannya, Habibie menemukan Crack Progression Theory atau Teori Habibie. Teori ini mampu menghitung titik awal keretakan pada sayap dan badan pesawat, serta memprediksi letak dan besar retakan pada konstruksi pesawat. Temuan revolusioner ini membuat BJ Habibie dijuluki Mr Crack oleh kalangan ilmuwan dan insinyur penerbangan internasional.
Kiprah di Pemerintahan
BJ Habibie menjabat sebagai Presiden RI pada masa transisi 1998–1999. Meski masa jabatannya singkat, ia meninggalkan warisan penting, termasuk reformasi di bidang politik dan ekonomi. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang mendorong kemajuan teknologi di Indonesia.
Akhir Hayat dan Warisan
BJ Habibie mengembuskan napas terakhir pada Rabu, 11 September 2019, pukul 18.05 WIB di usia 83 tahun karena sakit. Meski telah berpulang, semangat dan kontribusinya tetap hidup. Hari lahirnya terus diperingati sebagai pengingat akan dedikasi dan kecerdasan putra terbaik bangsa.
Melalui artikel ini, Media Kampung mengajak pembaca untuk mengenang kembali perjalanan hidup BJ Habibie—dari seorang anak kecil di Parepare hingga menjadi ilmuwan dan presiden yang disegani.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan