Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat ke level 6.231 pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli investor asing dan dominasi sektor keuangan serta pertambangan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,9% dari posisi penutupan pekan lalu di 6.175. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp 10.860 triliun dengan nilai transaksi harian Rp 17,15 triliun. Sebanyak 399 saham menguat, sementara 210 saham melemah.
Saham Paling Aktif Diperdagangkan
Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 725 miliar, dengan incaran utama saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif dengan nilai transaksi Rp 1,94 triliun, disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 1,64 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,19 triliun.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk dalam jajaran saham paling aktif dengan transaksi Rp 438,74 miliar. Harga saham BUMI menguat 2% ke Rp 153 per saham pada awal sesi, dan ditutup di level Rp 154. Saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melesat 23,53% ke Rp 105, menjadi salah satu pemberi kontribusi kenaikan sektor industri yang naik 3,44%.
Proyeksi IHSG ke Depan
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menyebut IHSG semakin mendekati resistance Fibonacci di level 6.264. Jika penutupan harian berhasil bertahan di atas level tersebut, indeks berpotensi menuju 6.377. Namun, support terdekat berada di 6.125, dan jika ditembus, IHSG bisa kembali ke 6.000.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menambahkan, IHSG masih rentan koreksi jangka pendek jika belum mampu menembus resistance 6.200-6.300. Ia merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) di kisaran Rp 1.285-Rp 1.355 dan PT Indosat Tbk (ISAT) di Rp 1.835-Rp 1.885.
Secara sektoral, sepuluh dari sebelas sektor di BEI menghijau. Sektor properti mencatat kenaikan terbesar 2,31%, diikuti energi 1,54%, dan keuangan 0,86%. Satu-satunya sektor yang melemah adalah teknologi, turun tipis 0,01%.
Dengan sentimen asing yang masih positif dan teknikal yang mendukung, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Namun, investor tetap diimbau mewaspadai potensi aksi ambil untung di level resistance.















Tinggalkan Balasan