Media KampungBank Indonesia (BI) dan Monetary Authority of Singapore (MAS) secara resmi mengoperasikan kerangka kerja sama Local Currency Transaction (LCT) yang memungkinkan penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal, yaitu rupiah dan dolar Singapura, tanpa harus melalui dolar Amerika Serikat (AS).

Kerangka LCT ini diatur melalui Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 25 Tahun 2026 yang bertujuan memfasilitasi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Singapura lebih efisien dengan mengurangi risiko nilai tukar dan biaya transaksi. Dengan adanya kuotasi langsung antara rupiah dan dolar Singapura, transaksi lintas negara dapat dilakukan lebih fleksibel dan cepat.

Baca juga:

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kerangka ini tidak hanya mendukung perdagangan bilateral, tetapi juga memperkuat integrasi keuangan kawasan ASEAN melalui perluasan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi intra-ASEAN. Hal ini memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan pengguna lain dalam mengurangi ketergantungan pada dolar AS yang selama ini menjadi mata uang perantara dalam transaksi internasional.

Implementasi LCT mencakup penyelesaian transaksi berjalan, investasi langsung, dan pembayaran lintas negara dengan relaksasi ketentuan yang mendorong adopsi mata uang lokal. Untuk mendukung operasionalisasi ini, BI dan MAS telah menunjuk 12 bank sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD), terdiri dari sembilan bank yang beroperasi di Indonesia dan tiga bank di Singapura, yang akan memfasilitasi transaksi rupiah-dolar Singapura.

Baca juga:

Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Pada penutupan perdagangan 1 September 2026, rupiah tercatat melemah ke level Rp17.744 per dolar AS, terdorong oleh risiko pelayaran di Selat Hormuz dan sikap hawkish Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh. Peningkatan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat dolar AS di pasar global.

Pidato hawkish dari Ketua The Fed juga meningkatkan peluang kenaikan suku bunga pada bulan September, yang diperkirakan mencapai sekitar 66 persen menurut perangkat CME FedWatch. Kondisi ini menambah tekanan pada rupiah dan mata uang emerging market lainnya. Namun, kerja sama LCT antara Indonesia dan Singapura diharapkan bisa menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan mata uang dolar AS dan memperkuat stabilitas ekonomi regional.

Baca juga:

Dengan adanya transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal, pelaku usaha di kedua negara dapat melakukan transaksi dengan lebih efisien dan mengurangi risiko nilai tukar yang selama ini menjadi hambatan dalam perdagangan internasional. Kerangka ini juga menandai kemajuan integrasi keuangan ASEAN sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kawasan.