Media Kampung – Pada 29 Agustus 2026, PT Pertamina resmi mengumumkan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di seluruh Indonesia. Penyesuaian harga ini mencakup beberapa jenis BBM seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95 yang turun sebesar Rp 1.000 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Penurunan harga BBM nonsubsidi ini mengikuti tren harga minyak dunia yang mengalami fluktuasi serta mempertimbangkan nilai tukar rupiah. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa penyesuaian harga dilakukan dengan memperhatikan daya beli masyarakat dan ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin.
Di wilayah Jawa Timur, harga BBM nonsubsidi juga mengalami penyesuaian serupa per 24 Agustus 2026. Hal ini diharapkan dapat membantu meringankan beban konsumen di tengah kondisi ekonomi saat ini. Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi harga terbaru melalui kanal resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina sebelum melakukan pembelian BBM.
Selain itu, data dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menunjukkan adanya perubahan pola konsumsi BBM setelah kenaikan harga Pertamax pada Juni 2026. Konsumsi Pertalite mengalami peningkatan signifikan sebesar 12,92 persen pada Juli 2026 dibandingkan rata-rata sebelumnya. Hal ini menandakan pergeseran sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi, kemungkinan karena faktor harga yang lebih terjangkau.
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax yang sebelumnya dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026 memicu peningkatan penyaluran Pertalite dari rata-rata 75.795 kiloliter per hari menjadi 85.589 kiloliter per hari pada Juli 2026.
Penyesuaian harga BBM dan perubahan pola konsumsi ini menjadi perhatian penting dalam pengelolaan energi nasional. Pemerintah dan Pertamina terus memantau dinamika pasar serta kebutuhan masyarakat agar pasokan energi tetap stabil dan harga BBM dapat disesuaikan secara adil sesuai kondisi ekonomi dan global.














Tinggalkan Balasan