Media Kampung – Pemimpin komunitas Turki Siprus, Tufan Erhurman, mengirimkan surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Barcelona FC Joan Laporta untuk menyampaikan keluhan terkait pembatalan kamp sepak bola anak-anak yang diorganisasi dengan lisensi Barcelona FC di wilayah Siprus Utara.

Dalam surat tersebut, Erhurman menyoroti hambatan diplomasi, budaya, dan olahraga yang dialami komunitas Turki Siprus, yang menurutnya semakin memperdalam ketidakpercayaan antara komunitas Turki dan Yunani di pulau tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Republik Siprus bertentangan dengan ajakan PBB untuk memulihkan kepercayaan antar komunitas.

Baca juga:

Erhurman juga menyebutkan laporan Sekretaris Jenderal PBB mengenai upaya mengakhiri isolasi komunitas Turki Siprus serta keputusan Dewan Uni Eropa yang mendesak tindakan segera untuk mengatasi masalah ini. Ia menilai pembatalan acara olahraga dan budaya, termasuk kamp sepak bola dan festival musik di Kastil Kyrenia, sebagai upaya yang menghambat keterhubungan anak-anak dan pemuda Turki Siprus dengan komunitas internasional.

Lebih lanjut, Erhurman menuturkan bahwa ketegangan ini diperparah oleh kedua belah pihak yang saling melempar kesalahan, dengan pihak Yunani Siprus berusaha membuat komunitas Turki Siprus tampak sebagai pihak yang harus meninggalkan meja perundingan, sementara suara nasionalis di utara ingin mempertahankan isolasi. Ia menegaskan bahwa ada tujuan bersama untuk membuat komunitas Turki Siprus tidak terlihat dan terputus dari dunia internasional.

Baca juga:

Sementara itu, pembatalan kamp sepak bola Barcelona ini juga mendapat tanggapan dari Presiden Federasi Sepak Bola Siprus, Haris Loizides. Ia mengirim surat kepada federasi sepak bola Spanyol yang mengacu pada perjanjian tahun 2013 yang ditandatangani di Zurich di bawah FIFA dan UEFA, yang menjadi kerangka kerja penyelenggaraan sepak bola di Siprus, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap perjanjian tersebut.

Kasus ini menjadi sorotan penting karena menyangkut hubungan antar komunitas di Siprus yang sudah lama mengalami ketegangan dan upaya mediasi internasional untuk menciptakan perdamaian dan kerja sama. Pembatalan acara olahraga dan budaya dianggap sebagai penghambat dialog dan memperburuk situasi politik di wilayah tersebut.

Baca juga:

Erhurman menyatakan komitmennya untuk terus melakukan dialog dan berupaya meningkatkan visibilitas komunitas Turki Siprus di kancah internasional, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Ia menegaskan bahwa komunitasnya tidak akan menyerah pada tekanan dari pihak manapun.