Media Kampung – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaporkan tekanan nilai tukar rupiah yang terus menguat ke Presiden Prabowo Subianto dan mengusulkan pembatasan pembelian dolar AS menjadi maksimal USD 25 ribu per bulan untuk melindungi stabilitas rupiah.

Perry menyampaikan bahwa rupiah kini berada pada posisi undervalued, namun ia yakin nilai tukar akan stabil dan menguat ke depan, sambil menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.

Data terkini menunjukkan rupiah melemah 30 poin atau 0,17 persen, mencatat nilai Rp 17.423 per dolar AS, sementara pertumbuhan ekonomi tercatat 5,61 persen, inflasi tetap rendah, kredit tumbuh cepat, dan cadangan devisa berada pada level yang cukup.

Perry juga menyoroti faktor eksternal yang menekan rupiah, termasuk kenaikan harga minyak dunia, suku bunga Amerika Serikat yang tinggi dengan imbal hasil Treasury 10 tahun berada di level 4,47 persen, serta penguatan dolar AS secara global.

Selain faktor eksternal, ia menambahkan adanya tekanan musiman pada bulan April hingga Juni, ketika permintaan dolar meningkat untuk pembayaran dividen, pelunasan utang luar negeri, serta kebutuhan jemaah haji.

Dalam rapat bersama Presiden Prabowo dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Negara, Perry memaparkan tujuh strategi BI untuk menahan pelemahan rupiah.

Strategi pertama adalah intervensi di pasar valuta asing melalui spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta offshore NDF di pusat keuangan global seperti Hong Kong, Singapura, London, dan New York.

Strategi kedua menekankan penguatan aliran masuk modal asing lewat Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menutup outflow di pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan saham.

Strategi ketiga melanjutkan pembelian sekuritas di pasar sekunder, yang hingga kini telah mencapai nilai Rp 123,1 triliun secara year-to-date.

Strategi keempat menjaga likuiditas perbankan tetap longgar, terbukti dari pertumbuhan uang primer yang mencapai 14,1 persen.

Strategi kelima memperketat pembelian valuta asing tanpa underlying; batas pembelian dolar sebelumnya USD 100.000 per orang per bulan diturunkan menjadi USD 50.000, dan kini kembali ditekan menjadi USD 25.000.

Perry menegaskan, “Sehingga pembelian dolar di atas USD 25.000 itu harus pakai underlying,” sebagai upaya mencegah spekulasi berlebih.

Strategi keenam memperkuat intervensi di pasar offshore NDF dengan melibatkan bank domestik untuk meningkatkan likuiditas pasokan.

Strategi ketujuh meningkatkan pengawasan terhadap perbankan dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar tinggi, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa diversifikasi pembiayaan akan diperluas dengan penerbitan obligasi dalam mata uang selain dolar AS dan rupiah, termasuk rencana masuk ke pasar Panda Bond di China dengan suku bunga lebih rendah.

Purbaya menegaskan bahwa kebijakan fiskal tetap kuat, dengan pernyataan Presiden Prabowo yang menekankan ketersediaan dana yang melimpah bagi pemerintah.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat menurunkan tekanan jangka pendek pada rupiah, sambil memperkuat fondasi ekonomi makro Indonesia dalam menghadapi volatilitas pasar global.

Sejauh ini, rupiah belum menunjukkan pemulihan signifikan, namun kebijakan pembatasan dolar dan intervensi pasar dipandang sebagai instrumen penting untuk menjaga kestabilan nilai tukar ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.