**Media Kampung, Jakarta** – Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan pentingnya kolaborasi dengan dunia industri untuk memperluas akses kerja, meluncurkan program magang, serta meningkatkan pelatihan vokasi.

Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi menjelaskan bahwa sinergi pemerintah‑industri tidak hanya berhenti pada rekrutmen, melainkan mencakup penyesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan sejak tahap awal. Kolaborasi dengan PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) dan Pusat Pasar Kerja (Pasker) menjadi contoh konkret, di mana kegiatan walking interview berhasil menghubungkan ribuan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.

Baca juga:

Dalam upaya memperkuat transparansi, Kuntadi menekankan pentingnya tata kelola penerimaan yang akuntabel serta mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap pihak yang mengatasnamakan Kemnaker dan meminta uang dalam proses rekrutmen.

Program Magang Nasional 2026 batch 2 dibuka mulai 3 September hingga 8 September 2026. Program ini terbuka bagi fresh graduate diploma, sarjana, maupun profesi, dengan gaji selama kurang lebih enam bulan. Cara pendaftaran dapat dilakukan melalui lima langkah sederhana:

Baca juga:
  • Buat akun SIAPkerja.
  • Kunjungi laman https://maganghub.kemnaker.go.id/.
  • Isi data diri lengkap (biodata, pendidikan, dll).
  • Unggah dokumen yang diperlukan.
  • Pilih lowongan atau perusahaan yang diinginkan dan tunggu pengumuman hasil seleksi.

Selain magang, Kemnaker juga meluncurkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 yang diikuti oleh 12.128 peserta di seluruh Indonesia. Pelatihan ini dirancang menutup kesenjangan keterampilan, khususnya di sektor digital dan energi terbarukan, sesuai arahan Presiden dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menko Yassierli menegaskan pergeseran paradigma dari pendekatan vokasi berbasis suplai ke pendekatan berbasis permintaan. Data BPS menunjukkan tingkat pengangguran pemuda 17,4 % dan 48 % perusahaan kesulitan menemukan tenaga kerja terampil, sehingga kebutuhan akan pelatihan yang selaras dengan permintaan industri menjadi semakin mendesak.

Baca juga:

Dengan kombinasi kolaborasi industri, program magang yang terstruktur, dan pelatihan vokasi yang menyesuaikan kebutuhan pasar, Kemnaker berharap dapat memperluas peluang kerja, meningkatkan kualitas tenaga kerja, dan mengurangi kesenjangan keterampilan di seluruh Indonesia.