Media Kampung, Serang – Para wartawan di Provinsi Banten menggelar lomba mancing dan tangkap ikan sebagai bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung di Pemancingan Ago, Kompleks Untirta Permai, Kota Serang, pada Sabtu, 29 Agustus 2026 ini menghadirkan suasana berbeda dari rutinitas jurnalistik sehari-hari.
Acara yang digagas oleh Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten ini mengusung konsep sederhana namun penuh makna, dimana para wartawan, pejabat pemerintah daerah, dan masyarakat berkumpul dalam suasana santai dan penuh keakraban. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rakhman, dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten, Beni Ismail, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Menurut Ketua Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten, Deni Saprowi, lomba mancing dan tangkap ikan ini bertujuan memberikan ruang bagi para wartawan untuk melepas penat dari kesibukan kerja sekaligus mempererat tali persaudaraan. “Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan positif yang memperkuat persatuan dan gotong royong,” ujarnya.
Suasana Lomba yang Meriah dan Interaktif
Selain lomba mancing yang berlangsung tenang, lomba tangkap ikan menambah keseruan dengan suasana yang lebih riuh dan penuh tantangan. Para peserta berlomba cepat menangkap ikan yang berusaha meloloskan diri, menciptakan interaksi yang cair dan menghilangkan sekat antara wartawan, pemerintah, dan masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi momen penting menjaga kebersamaan insan pers sekaligus membangun komunikasi yang sehat dengan berbagai elemen masyarakat. Deni menegaskan bahwa insan pers memiliki peran vital dalam menyebarkan informasi edukatif dan membangun komunikasi publik yang positif.
Nilai Sportivitas dan Kebersamaan
Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Banten, Arif Agus Rakhman, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang sederhana namun sarat nilai kebersamaan ini. Menurutnya, lomba mancing dan tangkap ikan tidak hanya soal hadiah, tetapi lebih pada membangun sportivitas dan kekompakan antar peserta.
“Yang paling penting bukan hanya soal siapa yang mendapatkan hadiah, tetapi bagaimana kita membangun sportivitas, kekompakan dan kebersamaan,” kata Arif. Kegiatan tersebut menjadi alternatif yang menyenangkan bagi wartawan Banten untuk merayakan kemerdekaan tanpa tekanan deadline, namun dengan keceriaan dan keakraban.
Dengan pancing, ikan, dan tawa, lomba ini menciptakan ruang silaturahmi yang mempererat hubungan antar insan pers serta antara wartawan dengan pemerintah dan masyarakat. Tradisi sederhana ini diharapkan dapat terus dijaga sebagai bagian dari semangat kemerdekaan dan kebersamaan di Provinsi Banten.















Tinggalkan Balasan