Media Kampung – Kinerja saham bank-bank besar, terutama bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menunjukkan tekanan signifikan sepanjang tahun 2026. Meskipun demikian, fundamental perbankan seperti pertumbuhan kredit dan laba tetap solid pada semester pertama tahun ini.
Data hingga akhir Agustus 2026 menunjukkan saham bank Himbara mengalami koreksi dua digit secara year to date (ytd). Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun 11,67%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 11,20%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 17,06%. Tekanan lebih dalam dialami PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang anjlok 20,40%. Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan kenaikan 5,53%.
Kondisi serupa juga terlihat pada bank swasta, dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 19,81%, PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) turun 5,87%, dan PT Bank Permata Tbk (BNLI) anjlok hingga 58,25%. Sebaliknya, saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) melesat 74,09% sejak awal tahun.
Analis dari Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai ada kesenjangan antara harga saham dengan fundamental perbankan yang masih menunjukkan ketahanan. Pada semester I-2026, pertumbuhan laba dan kredit bank-bank besar masih solid meskipun terdapat tekanan pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM) akibat tingginya biaya dana dan likuiditas yang ketat.
Berdasarkan data Juli 2026, penyaluran kredit nasional mencapai Rp8.970 triliun dengan pertumbuhan 13,0% secara tahunan dan 0,6% secara bulanan. Kredit investasi tumbuh pesat 23,1% YoY, kredit modal kerja menunjukkan pemulihan dengan pertumbuhan 11,6% YoY, sedangkan kredit konsumsi masih tertahan dengan pertumbuhan hanya 5,3% YoY.
Dari sisi pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan penguatan pada awal September 2026, terutama didorong oleh sektor teknologi dan keuangan. Pada perdagangan 1 September 2026, IHSG dibuka di level 6.538 dan terus berada di zona hijau dengan kenaikan sekitar 0,55% hingga pukul 09.07 WIB. Mayoritas sektor saham mengalami penguatan kecuali sektor properti yang melemah tipis 0,24%.
MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat ke rentang 6.599-6.666, meskipun investor perlu mewaspadai potensi koreksi. Rekomendasi saham hari ini termasuk BBNI, HRUM, INET, SIDO, dan XIPI, dengan saham BBNI yang menguat 2,12% ke harga Rp3.860 per saham.
Rekomendasi saham perbankan dari Mirae Asset Sekuritas juga menyoroti potensi saham BBNI sebagai pilihan utama, didukung oleh volume pembelian yang dominan dan prospek pertumbuhan kredit yang positif.
Secara keseluruhan, meskipun harga saham bank Himbara dan sejumlah bank swasta mengalami tekanan, fundamental perbankan di Indonesia pada tahun 2026 tetap menunjukkan ketangguhan. Pertumbuhan kredit yang kuat dan laba yang tetap positif menjadi faktor kunci yang mendukung prospek industri perbankan nasional.















Tinggalkan Balasan