Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami pelemahan pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, seiring investor masih menunggu kepastian penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif yang dianggap berpengaruh terhadap kebijakan moneter ke depan.

Pergerakan IHSG Terkini

IHSG pada penutupan perdagangan Selasa, 28 Juli 2026, tercatat melemah sebesar 55,195 poin atau 0,89 persen ke level 6.130,588. Analis Phintraco Sekuritas memprediksi tren pelemahan ini akan berlanjut dengan IHSG berpotensi menguji level 6.050-6.100 pada perdagangan Rabu.

Baca juga:

Secara teknikal, pelemahan tersebut tercermin dari indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang menyempit dan Stochastic Relative Strength Index (RSI) yang melemah di area pivot, menandakan momentum pasar yang mulai berbalik turun.

Faktor Pendorong Pelemahan

Beberapa faktor menjadi pendorong pelemahan IHSG saat ini, antara lain:

  • Kemunduran Rupiah: Rupiah ditutup melemah 0,41 persen di level Rp18.083 per dolar AS, mendekati rekor terendah sepanjang masa di Rp18.190 per dolar AS di pasar spot.
  • Ketidakpastian Kebijakan Bank Sentral: Penundaan pengumuman Gubernur BI definitif menyebabkan investor bersikap hati-hati, menunggu arahan kebijakan moneter yang lebih jelas.
  • Isu Tarif Impor AS: Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mengindikasikan potensi tarif impor tambahan terhadap beberapa negara Asia, termasuk China, Vietnam, dan Korea Selatan, yang bisa berdampak pada pasar regional dan Indonesia yang sebelumnya juga dikenakan tarif tambahan 10 persen oleh AS.
  • Perhatian Terhadap Kebijakan The Fed: Investor menantikan hasil pertemuan Federal Reserve AS yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan, yang berimplikasi pada pergerakan pasar global.

Analisis dan Rekomendasi Saham

Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham UNVR, BFIN, GGRM, ELSA, dan WIIM untuk dicermati sepanjang perdagangan hari ini, mengingat potensi fluktuasi pasar yang masih tinggi.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas menjelaskan bahwa penurunan IHSG pada Selasa masih didominasi tekanan jual meskipun dengan volume yang mengecil. Dalam jangka pendek, IHSG bergerak sideways dan berada di antara rentang rata-rata bergerak 20 hari (MA20) dan 60 hari (MA60).

Baca juga:

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG sedang berada pada bagian gelombang koreksi dengan level support di area 6.074-6.107 dan potensi penguatan terdekat di kisaran 6.262-6.299. Saham ADMR, DSNG, ICBP, dan TPIA direkomendasikan untuk diperhatikan hari ini.

Konteks Pasar dan Dampak

Ketidakpastian terkait penunjukan Gubernur BI definitif menjadi sentimen utama yang mempengaruhi psikologi investor. Posisi ini membuat pasar cenderung berhati-hati dan mengurangi aktivitas beli yang agresif.

Selain itu, pelemahan rupiah menambah tekanan pada pasar saham domestik karena meningkatkan risiko dan biaya bagi investor asing dan perusahaan yang memiliki beban utang mata uang asing.

Isu kebijakan tarif impor dari AS juga berpotensi menimbulkan ketidakpastian tambahan pada perdagangan internasional dan rantai pasok, yang berdampak pada sektor manufaktur dan ekspor Indonesia.

Baca juga:

Penantian Hasil Pertemuan The Fed

Investor global saat ini fokus pada pertemuan Federal Reserve yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan. Keputusan ini akan memberikan sinyal penting bagi arah pasar keuangan, termasuk arus modal masuk dan keluar di pasar saham Indonesia.

Dengan berbagai faktor tersebut, kewaspadaan dan strategi investasi yang tepat sangat dibutuhkan oleh para pelaku pasar untuk menghadapi volatilitas yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.