Media Kampung, Sumatera Selatan – Ketersediaan beras kemasan 5 kilogram di Sumatera Selatan saat ini mengalami kesulitan pasokan meskipun stok beras di Bulog masih mencukupi. Bank Indonesia (BI) Sumatera Selatan mengungkapkan adanya praktik pedagang yang membawa gabah keluar daerah untuk mencari harga lebih tinggi, sehingga berpengaruh pada distribusi beras lokal.

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Bambang Pramono, menyatakan bahwa sebagian gabah hasil panen petani tidak bertahan di Sumsel karena dijual ke wilayah lain. Hal ini menyebabkan beras kemasan 5 kilogram yang banyak dibutuhkan masyarakat sulit ditemukan di pasaran lokal.

Baca juga:

Pemerintah Provinsi Sumsel bersama Bulog telah membahas situasi ini dan berkomitmen melakukan intervensi untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga beras. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penambahan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta operasi pasar jika ada permintaan dari pemerintah daerah.

Intervensi tersebut diharapkan dapat menjaga harga beras tetap terjangkau dan pasokan cukup hingga musim panen raya berikutnya. Pengendalian harga pangan juga menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas inflasi di Sumatera Selatan, mengingat fluktuasi harga pangan merupakan faktor yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi secara luas.

Di tingkat nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras pada minggu ketiga September 2026, dengan harga beras medium naik sebesar 0,76 persen dan beras premium naik 0,69 persen. Harga beras di pasar tradisional seperti Pasar Gondangdia Jakarta juga menunjukkan variasi harga, mulai dari Rp16.000 hingga Rp18.000 per kilogram tergantung kualitas.

Baca juga:

Menteri Pertanian memastikan bahwa ketahanan pangan nasional dalam kondisi kuat dengan stok beras yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga panen raya Maret 2027. Langkah peningkatan produksi, pembenahan irigasi, dan penyediaan pupuk terjangkau menjadi strategi utama menjaga ketersediaan beras di tengah tantangan perubahan iklim dan siklus pertanian.

Meski demikian, pasokan beras premium kemasan 5 kilogram masih sulit ditemukan di beberapa gerai retail modern selama beberapa bulan terakhir. Hal ini menjadi perhatian pelaku usaha penggilingan padi dan pengusaha beras, yang mengindikasikan adanya pergeseran distribusi dan preferensi pasar.

Sejumlah ritel juga menawarkan promo beras dengan berbagai jenis, mulai dari beras putih, beras merah, beras organik, hingga beras porang, dengan potongan harga hingga 21 persen untuk periode September 2026. Promo ini bertujuan membantu konsumen mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau di tengah dinamika harga pasar.

Baca juga:

Secara keseluruhan, pemerintah dan institusi terkait terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga beras agar kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi dengan baik, khususnya beras kemasan 5 kilogram yang menjadi pilihan utama banyak keluarga Indonesia.