Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 1,13% ke level 6.461 pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa, 15 September 2026. Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas jual beli saham yang cukup tinggi, khususnya di sektor perbankan dan beberapa saham unggulan lainnya.

Pada hari yang sama, sebanyak 312 saham tercatat menguat, 314 saham terkoreksi, dan 165 saham tidak mengalami perubahan harga. Nilai transaksi harian mencapai Rp 12,68 triliun dengan volume 26,40 miliar saham dan frekuensi perdagangan sebanyak 1,76 juta kali. Kapitalisasi pasar IHSG tercatat sebesar Rp 11.285 triliun.

Baca juga:

Sektor keuangan menjadi yang paling terdampak dengan penurunan terbesar sebesar 1,36%. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun signifikan sebesar 3,10% ke Rp 3.750. Selain itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu yang paling diburu investor dengan nilai transaksi mencapai Rp 527,18 miliar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga ramai diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp 614,25 miliar, diikuti PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).

Data perdagangan sesi pertama pada hari yang sama menunjukkan investor asing melakukan net foreign sell sebesar Rp 383,65 miliar. Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) paling banyak dijual asing dengan nilai transaksi Rp 176,97 miliar, diikuti BBRI sebesar Rp 95,40 miliar dan BBNI Rp 46,30 miliar. Pada sesi ini, IHSG juga mengalami penurunan sebesar 0,76% ke level 6.484.

Baca juga:

Meski IHSG melemah, saham-saham bank pelat merah mengalami penguatan pada perdagangan Senin, 14 September 2026. BBRI mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,98% ke Rp 3.400, diikuti BBTN naik 3,4%, BBNI 3,2%, BMRI 1,84%, dan BRIS 0,58%. Saham BBCA juga menguat 2,77% menjadi Rp 6.500. Penguatan ini dipicu oleh sentimen positif atas pengumuman reshuffle Menteri Keuangan, meskipun IHSG secara keseluruhan justru ditutup terkoreksi tipis 0,1% ke level 6.534,69.

Para analis menilai bahwa sektor perbankan tetap menjadi sektor yang prospektif dan responsif terhadap pemulihan sentimen ekonomi domestik. Saham BBRI direkomendasikan sebagai trading buy dengan target harga Rp 3.600 per saham, sementara BMRI juga mendapat rekomendasi serupa dengan target Rp 4.730 per saham berkat likuiditas yang tinggi. Namun, pelaku pasar diingatkan untuk tidak terbuai oleh sentimen jangka pendek terkait pergantian Menteri Keuangan dan lebih mengutamakan bukti nyata kebijakan fiskal dan eksekusi anggaran yang konsisten.

Baca juga:

Perkembangan di pasar saham Asia juga menunjukkan tren negatif dengan seluruh indeks utama seperti Nikkei, Shanghai Composite, Hang Seng, dan Straits Times berada di zona merah. Ini menjadi konteks global yang turut mempengaruhi pergerakan IHSG dan saham-saham perbankan di Indonesia.

Kondisi ini menegaskan dinamika pasar saham Indonesia yang dipengaruhi oleh faktor domestik dan global, serta menempatkan saham BBRI dan bank-bank lainnya sebagai fokus utama investor yang mencari peluang di tengah volatilitas pasar.