**Media Kampung, Jakarta** – Pertamina meluncurkan serangkaian inisiatif penting, mulai dari bantuan darurat bagi pengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung, percepatan distribusi biodiesel B50, penyediaan avtur untuk operasi pemadaman kebakaran hutan, hingga lonjakan penjualan bahan bakar ramah lingkungan Pertamax Green.
Bantuan darurat yang disalurkan bersama Elnusa Petrofin mencakup 1.000 masker medis, 360 botol air mineral, 400 bungkus mi instan, 24 kaleng sarden, 50 kilogram beras, dan 120 botol susu steril untuk sekitar 650 warga yang mengungsi di Jambur Pengungsian Desa Sukatepu, Karo, Sumatera Utara.
Distribusi B50 masih menghadapi tantangan di wilayah Papua‑Maluku. Secara nasional, 94 % dari 6.412 SPBU sudah menyalurkan B50, namun hanya 65 % SPBU di Papua‑Maluku yang melakukannya karena masih terdapat stok B40 yang harus habis terlebih dahulu. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa proses pengosongan stok B40 sedang berlangsung sebelum B50 dikirim.
Di Sumatera Selatan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan ketersediaan avtur di fasilitas AFT SMB II untuk mendukung helikopter pemadam kebakaran hutan (karhutla). Kesiapan bahan bakar penerbangan dianggap krusial agar operasi udara dapat berjalan optimal dalam penanggulangan kebakaran.
Penjualan Pertamax Green, bensin beroksigen E5, mencatat peningkatan 267 % sejak awal 2025 hingga Agustus 2026. Rata‑rata penjualan harian mencapai 132 kiloliter, naik signifikan dari 17 kiloliter pada Januari 2025. Hingga kini, 190 SPBU telah menyediakan produk ini, tersebar di Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, dan DIY.
Kombinasi aksi kemanusiaan, transisi energi, dan dukungan operasional ini mencerminkan komitmen Pertamina untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, mempercepat penggunaan bahan bakar berkelanjutan, serta menjaga ketahanan energi nasional.
Pertamina menegaskan bahwa setiap langkah di atas merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat peran perusahaan dalam pembangunan berkelanjutan dan penanggulangan bencana di Indonesia.












Tinggalkan Balasan