Media Kampung, Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengambil langkah tegas dengan memutus kemitraan secara permanen terhadap seorang pengemudi GoCar yang kedapatan memaki dan menurunkan penumpang wanita di tengah jalan kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Keputusan ini diambil setelah investigasi internal mengonfirmasi pelanggaran standar pelayanan oleh pengemudi tersebut.
Insiden ini viral di media sosial setelah rekaman video dugaan pelecehan verbal tersebar luas. Peristiwa bermula saat penumpang berusaha menghubungi pengemudi untuk konfirmasi posisi kendaraan pada Jumat, 11 September 2026. Respons tidak profesional pengemudi memicu ketegangan hingga akhirnya penumpang diturunkan di tengah jalan. Head of Media Relations GoTo Group, Amanda Valani, menegaskan bahwa tindakan pemutusan kemitraan adalah bentuk penegakan standar layanan dan komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna.
Selain peristiwa tersebut, perhatian pasar juga tertuju pada pergerakan saham GOTO. Pada perdagangan Senin, 14 September 2026, harga saham GOTO bertahan di level Rp 50 per saham dengan frekuensi transaksi mencapai 931 kali dan nilai transaksi Rp 44,5 miliar. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuasi dan ditutup melemah tipis, saham GOTO menunjukkan kestabilan pada sesi tersebut.
Namun, dinamika kepemilikan saham GOTO menarik perhatian setelah Morgan Stanley and Co International Plc melakukan penjualan saham senilai sekitar Rp 187 miliar pada awal September 2026. Transaksi tersebut dilakukan pada 4 September dengan harga rata-rata Rp 25,39 per saham, mengurangi porsi kepemilikan Morgan Stanley di GOTO menjadi 6,99%. Kemudian pada 10 September, Morgan Stanley kembali melepas sekitar 829 juta saham, menurunkan kepemilikannya menjadi 5,51%. Sebelumnya, pada 2 September, Morgan Stanley melakukan akumulasi saham dalam jumlah besar, sebanyak 21,91 miliar saham senilai sekitar Rp 547,98 miliar.
Pergerakan signifikan ini terjadi di tengah kondisi pasar saham yang berfluktuasi, dengan IHSG sempat anjlok 2% menjelang penutupan. Sektor-sektor saham pun mengalami pergerakan yang beragam, dengan sektor kesehatan mencatat koreksi terbesar sebesar 2,95%, sementara sektor industri dan keuangan menunjukkan penguatan.
Langkah tegas Gojek terhadap pengemudi bermasalah sekaligus dinamika pasar saham GOTO menjadi dua sorotan utama yang mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga reputasi layanan sekaligus menghadapi tantangan pasar modal.













Tinggalkan Balasan