Media Kampung, Jakarta – PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menegaskan kebijakan pembagian dividen tetap 30% dari laba bersih, didukung posisi kas sekitar Rp2 triliun per 30 Juni 2026.

Meski kas kuat, cadangan lahan industri perusahaan terus menyusut. Land bank industri diperkirakan tinggal sekitar 60 hektare setelah penyerapan massal oleh sektor data center, yang pada semester I‑2026 menyumbang lebih dari 94% pendapatan.

Baca juga:

Dividen yang dibayarkan untuk tahun buku 2025 sebesar Rp16,5 per saham, mencerminkan payout ratio hampir 99% dan dividend yield sekitar 9%. Analis RHB Sekuritas memperkirakan pada tahun buku 2027 DMAS dapat meningkatkan dividen menjadi Rp30 per saham dengan payout ratio sekitar 95%, yang berarti dividend yield dapat mendekati 15%.

Baca juga:
Tahun BukuDividen per Saham (Rp)Payout RatioDividend Yield
202516,599%9%
2027 (proyeksi)3095%~15%

Perubahan struktur bisnis juga terlihat dari fokus baru perusahaan pada penyediaan infrastruktur pendukung data center, termasuk pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 993 MVA yang sudah beroperasi pada 80% kapasitas. Langkah ini diharapkan menghasilkan pendapatan berulang dan mengurangi ketergantungan pada penjualan lahan.

Baca juga:

DMAS tidak memiliki utang dan tetap menjaga likuiditas tinggi, sehingga mampu mempertahankan kebijakan dividen meski prospek penjualan lahan menurun. Investor diharapkan menilai kebijakan payout bersama dengan prospek pertumbuhan pendapatan dari layanan data center dan energi.