Media Kampung – Wall Street berhasil mengalami penguatan pada perdagangan Rabu (29), menghentikan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan ini terutama dipicu oleh aksi bargain hunting investor yang memanfaatkan penurunan harga saham di sektor yang dianggap sudah jenuh jual (oversold).

Pergerakan Indeks dan Sektor Utama

Tiga indeks utama Wall Street kompak berada di zona hijau, dengan indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 memimpin penguatan dengan kenaikan 1,1 persen. Di sisi sektor, saham maskapai penerbangan, tambang emas dan perak, serta bank regional menjadi penopang utama penguatan pasar. Sementara itu, sektor perangkat lunak dan layanan cenderung tertahan karena kekhawatiran pasar terhadap dampak disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI).

Baca juga:

Indeks Semikonduktor Philadelphia yang menjadi penggerak utama bursa sepanjang tahun ini juga mengalami kenaikan. Saham Nvidia, Micron, dan Qualcomm masing-masing naik 3,2 persen, 2,4 persen, dan 2,0 persen.

Kinerja Saham Individual dan Sentimen Pasar

Saham Dell melonjak 15,8 persen setelah menaikkan proyeksi laba dan pendapatan tahunannya. Produsen minuman Jack Daniel’s, Brown-Forman, naik 3,9 persen setelah melaporkan laba kuartalan yang melebihi ekspektasi pasar. Uber Technologies juga menguat 1,6 persen setelah mengumumkan pemutusan hubungan kerja sebanyak 10 persen karyawannya.

Baca juga:

Kondisi Makroekonomi dan Risiko Pasar

Meski pasar menguat, laju kenaikan Wall Street masih tertahan oleh aksi lepas obligasi pemerintah global. Tekanan ini disebabkan oleh kekhawatiran inflasi, lonjakan utang pemerintah, serta eskalasi militer antara AS dan Iran yang berdampak pada pasokan energi global. Konflik udara antara kedua negara semakin memanas, menghilangkan harapan untuk kembali ke meja perundingan dan meningkatkan risiko inflasi sistemik yang dapat memaksa bank sentral menaikkan suku bunga acuan.

Dari sisi data ekonomi, penambahan tenaga kerja sektor swasta AS pada Agustus lebih rendah dari perkiraan menurut laporan ADP. Selain itu, pesanan baru untuk barang modal inti juga direvisi turun, menunjukkan potensi pelemahan dalam rencana belanja korporasi.

Baca juga:

Data Perdagangan Saham

Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang menguat mengungguli yang melemah dengan rasio 1,78 banding 1. Di bursa Nasdaq, sebanyak 3.102 saham menguat dan 1.679 saham melemah, atau berbanding 1,85 banding 1. Volume transaksi mencapai 14,75 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata harian 15,19 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Indeks Penutupan

  • Dow Jones Industrial Average naik 295,01 poin (0,56%) ke 53.061,89.
  • S&P 500 bertambah 35,16 poin (0,46%) ke 7.666,63.
  • Nasdaq Composite menguat 118,05 poin (0,45%) menjadi 26.217,83.

Secara keseluruhan, penguatan di sektor material menjadi yang terbesar dari 11 sektor utama S&P 500, sedangkan sektor real estat mencatatkan koreksi.