Media Kampung – Harga bawang merah di Kabupaten Tabalong mengalami kenaikan signifikan akibat tersendatnya pasokan dari daerah sentra produksi. Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabalong, Noviana Eredha, mengonfirmasi bahwa kenaikan ini dipicu oleh hambatan distribusi logistik, terutama bagi armada yang menggunakan bahan bakar minyak jenis bio solar, serta penurunan volume produksi di daerah pemasok.
Berdasarkan data laporan harga rata-rata per 2 Juni 2026, harga bawang merah naik Rp2.500 per kilogram menjadi Rp52.500 per kg. Noviana menjelaskan bahwa jika kendala distribusi dan keterbatasan pasokan berlangsung lama, hal ini dikhawatirkan akan berdampak pada stabilitas makroekonomi daerah, khususnya laju inflasi bulanan. “Jika kondisi ini terus berlangsung lama, tentu akan memengaruhi angka inflasi secara month-to-month,” ujarnya.
Meski demikian, Disperindag meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Noviana memastikan situasi pasar masih relatif aman karena kenaikan harga terjadi di luar momentum hari besar keagamaan nasional, sehingga permintaan masyarakat tidak terlalu tinggi. Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti cabai merah keriting, bawang prei, dan daging ayam ras justru mengalami penurunan harga, menjaga daya beli masyarakat tetap seimbang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan