Media Kampung, Pamekasan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa sektor koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi sebesar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Timur di Bakorwil Pamekasan, Selasa (21/7/2026).

Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada periode tersebut tercatat mencapai 5,96 persen. Dengan kontribusi dominan dari koperasi dan UMKM, Khofifah menekankan pentingnya menjaga soliditas, meningkatkan tata kelola, serta mendorong koperasi agar semakin profesional dan modern. “Mari kita jaga bersama, kita kuatkan soliditas, tingkatkan tata kelolanya, dan mari jaga koperasi supaya makin profesional dan makin modern,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Baca juga:

Komitmen Pemerintah Pusat

Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa Presiden memiliki komitmen kuat untuk membangun dan menggerakkan kembali koperasi sebagai badan usaha penting di Indonesia. Pemerintah, kata Ferry, bertanggung jawab tidak hanya menyukseskan program prioritas nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, tetapi juga melakukan pembinaan terhadap koperasi yang sudah ada.

Baca juga:

Ferry juga mengumumkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan Undang-Undang (UU) Perkoperasian yang baru untuk menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1982 tentang Perkoperasian. UU yang berlaku saat ini dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan zaman. “Insyaallah tahun ini kita akan punya undang-undang perkoperasian yang baru yang lebih akomodatif, modern, dan lebih memungkinkan perkoperasian di Indonesia menjadi jauh lebih besar lagi,” harap Ferry.

Baca juga:

Dampak bagi Perekonomian Daerah

Kontribusi koperasi dan UMKM yang mencapai 60 persen menunjukkan betapa vitalnya sektor ini bagi perekonomian Jawa Timur. Dengan adanya UU baru yang lebih modern, diharapkan koperasi dapat berperan lebih besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Acara Harkopnas ini menjadi momentum untuk memperkuat peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia.