Media Kampung, Malang – BMKG Juanda mengumumkan prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada 15‑16 September 2026 serta memberikan update terkini mengenai gempa bumi magnitude 5,2 yang mengguncang bagian selatan Kabupaten Malang pada 14 September.
Pengumuman ini menegaskan pentingnya sinergi antara layanan meteorologi dan geofisika dalam upaya mitigasi bencana, terutama setelah pelajaran dari gempa Flores M7,7 yang menyoroti kebutuhan sistem peringatan dini berbasis data.
Berikut rangkuman kondisi cuaca yang diproyeksikan:
| Wilayah | Kondisi | Suhu (°C) | Angin (km/jam) |
|---|---|---|---|
| Kota Malang (Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, Sukun) | Cerah hingga berawan sore, tanpa potensi hujan | 20‑30 | 27,8 |
| Kabupaten Malang (Dau, Pujon, Wagir, Karangploso, Kasembon, Ngantang, Wajak) | Cerah, dengan kabut pagi di daerah dataran tinggi; berawan sore | 15‑31 | 27‑37 |
| Kota Batu (Batu, Bumiaji, Junrejo) | Pagi cerah, sore kabut/asap, berawan malam | 15‑25 | 27‑37 |
Gempa magnitude 5,2 terjadi pukul 08.42 WIB, berpusat di laut sekitar 160 km tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 39 km. BMKG memastikan tidak ada potensi tsunami, dan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan. Kepolisian dan tim SAR terus memantau wilayah terdampak serta mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.
Dalam rangka memperkuat mitigasi, BMKG menekankan perlunya peningkatan sistem monitoring, penyebaran informasi yang cepat, serta kesiapsiagaan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak bencana di Jawa Timur, khususnya pada daerah yang rawan gempa dan cuaca ekstrem.












Tinggalkan Balasan