Media Kampung, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,6% pada pagi Selasa, 8 September 2026, menembus level 6.659,720 setelah menguat 40.047 poin. Penguatan ini terjadi di tengah perayaan Hari Buruh di Amerika Serikat, yang menambah likuiditas dan menurunkan tekanan jual pada pasar domestik.
Pasar global menunjukkan pola campur aduk. Kontrak berjangka Dow Jones turun 0,6% dan S&P 500 hanya melambat 0,1%, sementara Nasdaq 100 naik 0,3% setelah data ketenagakerjaan AS yang kuat. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$92 per barel, mengangkat ekspektasi inflasi dan menekan sentimen investor. Di Amerika Serikat, harga bensin mencapai rekor US$4,15 per galon pada libur Hari Buruh, menambah tekanan biaya konsumen.
Di dalam negeri, data BNI Sekuritas mencatat net sell asing sebesar Rp590 miliar pada penutupan IHSG 7 September 2026, dengan saham TPIA, CUAN, ISAT, KLBF, dan BMRI menjadi yang paling banyak dijual. Namun, dukungan sektor energi dan teknologi, termasuk saham ADRO dan perusahaan layar kaca, membantu menahan penurunan. Analis memperkirakan support IHSG berada di kisaran 6.570‑6.600, sementara resistensi terletak di 6.650‑6.700.
| Indeks | Perubahan | Level |
|---|---|---|
| IHSG | +0,6% | 6.659,720 |
| Dow Jones (futures) | -0,6% | 53.116,0 |
| S&P 500 (futures) | -0,1% | 7.712,25 |
| Nasdaq 100 (futures) | +0,3% | 29.639,75 |
Dengan dukungan sektor energi yang dipicu kenaikan harga minyak serta permintaan layar kaca untuk perangkat seluler, pasar Indonesia diperkirakan akan tetap berada dalam kisaran sideways pada hari perdagangan ini, sambil menunggu data ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat.













Tinggalkan Balasan