Media Kampung, Jawa Tengah – Tim ekspedisi Netra Nocturna mengungkap empat waypoint spesial yang menunjukkan potensi keberadaan Kukang Jawa di Hutan Blok Lodadi. Penelitian dilakukan dengan metode Rapid Habitat Assessment (RHA) dimana tim mencatat kondisi habitat setiap 200 meter sepanjang lintasan.

Penemuan ini penting karena Kukang Jawa (Nycticebus coucang) termasuk spesies terancam yang habitatnya semakin terfragmentasi. Dengan mengidentifikasi titik‑titik potensial, upaya konservasi dapat difokuskan pada area yang paling mendukung kelangsungan hidup satwa tersebut.

Baca juga:
  • Kanopi lebat dan liana yang melimpah.
  • Pohon‑pohon besar sebagai sumber makanan.
  • Keempat waypoint spesial berada pada jarak 200‑400 meter.
  • Jejak kukang seperti kotoran dan sarang terdeteksi.

Data RHA menunjukkan adanya kanopi lebat, liana menggantung, serta pohon‑pohon besar di keempat waypoint spesial. Kondisi tersebut menyediakan sumber makanan dan tempat berlindung yang optimal bagi kukang. Tim juga mencatat keberadaan jejak lain seperti kotoran dan sarang yang memperkuat indikasi kehadiran satwa.

Baca juga:

Hasil survei akan diserahkan kepada tim pengamatan malam untuk verifikasi lebih lanjut serta perencanaan zona perlindungan. Penetapan “flying camp” sebagai titik istirahat ekspedisi memungkinkan tim melakukan observasi berkelanjutan pada malam hari, saat kukang paling aktif.

Baca juga:

Dengan data ini, pihak pengelola hutan dapat mempertimbangkan penetapan kawasan konservasi khusus atau program rehabilitasi habitat. Upaya kolaboratif antara peneliti, pemerintah, dan masyarakat lokal diharapkan dapat memperlambat penurunan populasi Kukang Jawa.