Media Kampung, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya keterbukaan informasi bagi semua emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam sambutan pada Public Expose Live 2026, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menekankan bahwa kepercayaan investor terbentuk dari transparansi yang konsisten, bukan sekadar formalitas regulasi.

Hasan menambahkan bahwa publikasi informasi yang akurat dan tepat waktu menjadi kontrak kepercayaan antara perusahaan dan investor. Ia juga menyoroti agenda reformasi integritas pasar modal yang sedang dijalankan bersama BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), termasuk pembukaan data kepemilikan saham di atas 1% untuk publik.

Baca juga:

Di tengah upaya tersebut, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan akuisisi 100% saham Loyal Metals Ltd, perusahaan tambang Australia, senilai sekitar Rp 1,004 triliun (AUD 79,07 juta). Transaksi ini menandai langkah strategis BUMI untuk memperluas jejak internasionalnya.

ItemDetail
EmitenPT Bumi Resources Tbk (BUMI)
Target AkuisisiLoyal Metals Ltd (Australia)
Nilai TransaksiRp 1.004.742.244.136 (≈ AUD 79,069,731.75)
Saham yang Diakuisisi175.710.515 saham (100% saham yang ditempatkan dan disetor penuh)

Setelah pengumuman, harga saham BUMI naik 5,71% menjadi Rp 222 per saham pada pukul 11.30 WIB, mencerminkan respons positif pasar terhadap ekspansi ini.

Baca juga:

Selain langkah korporasi, BEI bersama OJK dan KSEI akan menyelenggarakan Public Expose Live pada 7‑11 September 2026. Acara virtual ini menampilkan 45 emiten yang akan memaparkan kinerja, strategi, dan prospek bisnis mereka kepada investor. Berikut jadwal singkat beberapa emiten yang akan berpartisipasi:

  • Senin, 7 September: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, PT MPX Logistics International Tbk
  • Selasa, 8 September: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, … (daftar selengkapnya dapat diakses melalui situs BEI)

Sementara itu, fenomena El Nino mengakibatkan penurunan debit air di Sungai Mahakam dan Barito, mengganggu operasional kapal tongkang pengangkut batu bara. Beberapa emiten batu bara yang mengandalkan jalur tersebut antara lain:

Baca juga:
  • HRUM (Harum Energy): mengangkut batu bara dari tambang MSJ dan SBB ke pelabuhan Separi di tepi Sungai Mahakam.
  • BYAN (Bayan Resources): memuat batu bara dari tambang Teguh Sinar Abadi ke tongkang di Sungai Mahakam dengan kapasitas pemuatan hingga 2.000 ton per jam.

Dampak penurunan debit air dapat mempengaruhi volume ekspor batu bara dan menambah tekanan pada manajemen operasional emiten terkait. OJK mengingatkan kembali bahwa keterbukaan informasi tentang risiko operasional ini sangat penting bagi keputusan investasi.

Secara keseluruhan, upaya OJK dalam memperkuat transparansi, langkah strategis BUMI, agenda Public Expose, serta tantangan lingkungan seperti El Nino menegaskan bahwa emiten harus senantiasa menyajikan data akurat dan relevan demi menjaga kepercayaan pasar.