Media Kampung – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan FTSE Russell baru-baru ini mengumumkan sejumlah perubahan penting yang berdampak pada pasar saham Indonesia. FTSE Russell merilis hasil peninjauan indeks Asia Pacific ex Japan ex China periode September 2026, yang menyebabkan 29 saham Indonesia dikeluarkan dari indeks tersebut, sementara beberapa saham lainnya mengalami penurunan klasifikasi.
Dalam hasil peninjauan yang diumumkan, saham-saham seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) termasuk dalam daftar yang terkena dampak. Selain itu, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) turun dari indeks Mid Cap ke Micro Cap, dan sembilan saham Small Cap juga turun ke Micro Cap. Penurunan klasifikasi ini mencerminkan perubahan kapitalisasi pasar dan performa saham-saham tersebut dalam periode yang ditinjau.
Di sisi lain, BEI bersiap mengumumkan daftar emiten yang mendapatkan label saham hijau atau Green Equity Designation pada 28 Agustus 2026. Label ini diberikan kepada emiten yang aktivitas bisnisnya berkontribusi pada ekonomi hijau, dengan kriteria ketat yang mencakup pendapatan, investasi, tata kelola, dan keterbukaan informasi. Selain itu, BEI juga mengembangkan Green Equity Transition Designation untuk perusahaan yang sedang dalam proses transisi menuju bisnis lebih ramah lingkungan. Kebijakan ini diharapkan mendorong perusahaan untuk lebih berkelanjutan dan transparan dalam aktivitas bisnisnya.
Sementara itu, BEI juga tengah mengkaji perubahan aturan batas atas dan batas bawah harga saham (auto rejection atas dan bawah), serta menurunkan batas minimum harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan likuiditas pasar dan fleksibilitas harga saham, meskipun meningkatkan potensi volatilitas dan risiko spekulasi yang harus diwaspadai oleh investor dan pengawas pasar.
Dalam perkembangan lain, PT Buana Finance Tbk (BBLD) memperoleh fasilitas pinjaman Rp 100 miliar dari PT Bank Victoria International Tbk untuk modal kerja dalam penyaluran kredit consumer finance. Fasilitas kredit ini memiliki tenor 48 bulan dan dijamin dengan piutang perseroan, menunjukkan aktivitas pendanaan yang mendukung ekspansi bisnis perusahaan.
Selain itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengumumkan rencana akuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia sebagai bagian dari ekspansi regionalnya. Akuisisi ini akan memperkuat posisi Grup Chandra Asri dalam sektor energi, infrastruktur, dan mobilitas di Asia Tenggara, dengan dukungan pembiayaan dari Mizuho Bank dan penasihat keuangan Greenhill.
Perubahan dan perkembangan ini mencerminkan dinamika pasar modal Indonesia yang terus beradaptasi dengan kondisi global dan tren keberlanjutan, sekaligus memberikan peluang dan tantangan baru bagi pelaku pasar, emiten, dan investor di Tanah Air.













Tinggalkan Balasan