Media Kampung – PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, mencatatkan kenaikan harga saham signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan ini terjadi seiring dengan transformasi bisnis perseroan yang kini fokus pada pertambangan dan pengolahan nikel, menggantikan lini bisnis sebelumnya berupa produksi kemasan plastik.
Sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2023, saham PACK bergerak di kisaran harga yang relatif rendah. Namun, memasuki awal 2025, harga saham mulai meningkat drastis setelah perusahaan mengalihkan bisnis kemasan plastik dan memasuki sektor pertambangan nikel. Transformasi bisnis resmi dimulai pada Mei 2025, diikuti oleh perubahan kepemilikan saham pengendali yang kini dikuasai oleh Deng Weiming melalui PT Eco Energi Perkasa.
Deng Weiming merupakan Chairman CNGR Advanced Material, perusahaan asal Cina yang memproduksi komponen baterai lithium untuk kendaraan listrik dengan klien-klien besar seperti Tesla, LG Chem, dan CATL. CNGR memiliki proyek industri besar di Indonesia, Konasara Green Technology Industrial Zone, yang menjadi proyek strategis nasional dengan nilai investasi mencapai US$10 miliar.
Saham PACK melonjak sekitar 61,61% dalam sebulan terakhir, mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek bisnis nikel dan dukungan dari konglomerat Cina tersebut. Meskipun kepemilikan Haji Isam di PACK hanya sekitar 21,11%, eksposur perusahaan terhadap CNGR memberikan nilai tambah yang signifikan.
Sementara itu, rumor akuisisi mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai US$5,5 miliar oleh Haji Isam juga sempat beredar luas, yang mendorong kenaikan harga saham beberapa emiten yang terafiliasi dengannya, termasuk PACK, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Namun, manajemen PGUN dan JARR secara tegas membantah adanya rencana akuisisi tersebut dan menegaskan belum menerima informasi resmi terkait aksi tersebut.
Penolakan tersebut tidak mengurangi minat pasar terhadap saham emiten yang berafiliasi dengan Haji Isam, terbukti dari penguatan signifikan saham PGUN, JARR, FAST, dan PACK dalam perdagangan terakhir.
Dengan transformasi bisnis yang mengarah ke sektor pertambangan nikel dan dukungan dari pemain besar seperti CNGR Advanced Material, saham PACK dinilai memiliki potensi kenaikan nilai lebih besar dibandingkan saham-saham lain dalam grup Haji Isam. Kinerja positif CNGR yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih secara tahunan turut memberikan sentimen positif bagi PACK.
Perjalanan PACK dari perusahaan kemasan plastik menjadi pemain utama dalam industri nikel menunjukkan dinamika strategi bisnis yang adaptif terhadap tren industri dan peluang investasi strategis di sektor pertambangan dan energi baru terbarukan.















Tinggalkan Balasan