Media Kampung – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Partai Golkar adalah partai yang terbuka dan tidak dimiliki oleh keluarga atau perusahaan tertentu. Pernyataan ini disampaikan saat acara pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Wilayah Bali pada Sabtu (31/10).
Bahlil menjelaskan, “Siapa pun yang mau menjadi Ketua Umum Partai Golkar, boleh. Tidak perlu minta izin ke trah A, trah B, trah C. Kita semua mempunyai trah yang sama dengan kedudukan yang sama.” Dia menambahkan bahwa Partai Golkar dilahirkan dengan proses yang berbeda dibandingkan partai lain, yang didirikan oleh Soekarno dengan gagasan-gagasan awalnya untuk mengatasi berbagai masalah, seperti stabilitas setelah Pemilu 1955 yang tidak kondusif dan keinginan kelompok tertentu untuk mengubah ideologi Pancasila menjadi komunis.
Bahlil juga menekankan bahwa setiap anggota Partai Golkar memiliki hak dan kedudukan yang sama di mata Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga partai. “Partai Golkar adalah salah satu partai terbuka dari sekian banyak partai yang ada di Indonesia. Ini kira-kira yang membedakan partai kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bahlil menyatakan bahwa dalam sejarahnya, Golkar telah melahirkan banyak partai lain, seperti Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan Partai Gerindra. “Golkar itu kader-kadernya sudah terlalu banyak. Tidak hanya pindah partai, sampai melahirkan partai. Apakah kita marah? Tidak, karena dalam pandangan Golkar, partai-partai itu satu rumah dengan Golkar, cuma beda kamar,” jelasnya.














