Media Kampung – Merger antara Paramount Pictures dan Warner Bros. Discovery resmi terwujud dengan nama baru, Skydance. Proses merger yang berlangsung dengan nilai akuisisi mencapai USD 111 miliar, mencatatkan sejarah sebagai akuisisi termahal dalam industri Hollywood. CEO Paramount, David Ellison, mengumumkan bahwa penyelesaian damai telah dicapai setelah menghadapi gugatan dari 12 jaksa agung negara bagian dari Partai Demokrat, yang berupaya untuk menghalangi kesepakatan ini. Penyelesaian tersebut juga menandakan berakhirnya sengketa hukum yang telah berlangsung.

Dalam pernyataannya, Ellison menjelaskan bahwa merger ini bertujuan untuk memperkuat dan melengkapi studio-studio ikonis yang ada, bukan mengubah sejarah mereka. Nama Skydance, yang diambil dari studio yang didirikan Ellison dua dekade lalu, akan menjadi payung bagi kedua raksasa film ini. “Dengan menggabungkan keduanya, kami tidak sedang menulis ulang sejarah, kami justru melengkapi studio-studio ikonis ini dengan mesin penggerak yang lebih tangguh,” ungkap Ellison.

Skydance akan dipimpin oleh Ellison sebagai Chairman dan CEO serta Ynon Kreiz, mantan pimpinan Mattel, yang bergabung pada 5 Oktober. Dalam pernyataannya, Ellison menekankan pentingnya melestarikan identitas masing-masing studio, dengan Paramount dan Warner Bros. Discovery tetap beroperasi di bawah merek mereka sendiri meskipun di bawah payung Skydance.

“Kami ingin menjadikan nama Skydance sebagai identitas perusahaan gabungan ini, namun tetap membiarkan Paramount dan Warner Bros. serta seluruh merek kami yang luar biasa untuk terus melanjutkan perjalanan mereka masing-masing,” tambahnya.

Dengan merger ini, Skydance kini memiliki daftar aset franchise yang sangat berharga, termasuk film-film terkenal seperti Top Gun: Maverick dan seri Mission Impossible. Kesepakatan ini tidak hanya mengubah peta industri film, tetapi juga menciptakan peluang baru untuk kolaborasi dan inovasi dalam penuturan cerita yang berani dan berkualitas.