Media Kampung – Guruh Soekarnoputra, putra bungsu Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno, meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pukul 04.16 WIB. Ia wafat pada usia 73 tahun setelah sempat menjalani perawatan medis karena sakit.

Kabar duka ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, yang mengungkapkan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya Guruh Soekarnoputra. Hasto mengenang Guruh sebagai seniman besar Indonesia dan memohon agar masyarakat memberikan maaf atas segala kesalahan almarhum selama hidupnya.

Latar Belakang dan Pendidikan

Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra lahir sebagai anak bungsu dari Presiden Soekarno dan Fatmawati. Ia adalah adik dari Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia. Guruh menempuh pendidikan awal di Perguruan Cikini dan SMA Negeri 25 Jakarta. Ia kemudian melanjutkan studi Arkeologi di University of Amsterdam selama tiga tahun hingga 1974.

Setelah kembali ke Indonesia, Guruh memperdalam pendidikan di bidang administrasi dan manajemen, meraih gelar Sarjana Administrasi Publik dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI) pada 2008 dan gelar Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia pada 2010.

Kontribusi dalam Dunia Seni

Sejak muda, Guruh dikenal memiliki bakat luar biasa dalam seni, terutama tari dan musik. Ia mendirikan beberapa kelompok seni seperti Swara Mahardika dan GSP Production, serta grup musik Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan. Dalam perjalanan karier musiknya, Guruh berkolaborasi dengan sejumlah musisi ternama Indonesia, termasuk Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye.

Karya-karya musik Guruh dikenal luas dan memberikan warna penting dalam perkembangan seni dan musik Indonesia. Keahliannya di bidang seni menjadikan Guruh sebagai figur penting yang dihormati dalam dunia seni tanah air.

Perjalanan Politik Guruh Soekarnoputra

Selain dunia seni, Guruh juga aktif di bidang politik. Ia bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) sejak 1982 dan melanjutkan aktivitas politiknya di PDI Perjuangan mulai 1999. Guruh pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mewakili daerah pemilihan Jawa Timur selama beberapa periode, yaitu dari 1999 hingga 2024.

Perjalanan politik Guruh menunjukkan peran ganda yang ia jalankan sebagai seniman dan politisi, memberikan kontribusi signifikan di dua bidang tersebut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Warisan dan Penghormatan

Guruh Soekarnoputra meninggalkan legasi sebagai sosok yang berperan penting di dunia seni dan politik Indonesia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat luas. Doa dan harapan disampaikan agar almarhum mendapatkan husnul khotimah, diterima amal ibadahnya, dan diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT.