Media Kampung – Jumlah investor saham ritel di Indonesia kini telah menembus angka sekitar 35 juta orang, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan signifikan ini menjadikan pergerakan pasar saham semakin berpengaruh terhadap kondisi perekonomian nasional.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA), David Sumual, menyatakan bahwa peran investor ritel saat ini jauh berbeda dibandingkan era 2000-an, ketika jumlah investor pasar modal masih sangat terbatas di bawah 500 ribu orang. Pada masa itu, dampak fluktuasi bursa terhadap ekonomi secara keseluruhan belum begitu terasa.

Baca juga:

Pengaruh Pasar Modal terhadap Perekonomian

Menurut David, pengaruh pasar saham terhadap ekonomi terjadi salah satunya melalui perubahan persepsi kekayaan masyarakat. Saat pasar saham menguat, investor yang meraih keuntungan merasa lebih sejahtera, sehingga cenderung meningkatkan konsumsi barang dan jasa.

Ia memberikan contoh penguatan pasar saham pada tahun sebelumnya yang mendorong peningkatan belanja masyarakat. Selain itu, realisasi keuntungan atau taking profit oleh investor juga mendorong aliran dana kembali ke aktivitas konsumsi, memperkuat efek positif terhadap ekonomi.

Baca juga:

Namun, saat pasar mengalami tekanan, aksi cut loss oleh investor yang belum merealisasikan keuntungan dapat memberikan dampak berbeda terhadap pergerakan transaksi di pasar modal.

Indikator Pemulihan Konsumsi Masyarakat

David juga memaparkan hasil indikator konsumsi dari BCA yang menunjukkan adanya pemulihan belanja masyarakat sejak Juni 2026, dengan pertumbuhan sekitar 9 persen. Kelompok kelas menengah ke atas menjadi salah satu segmen yang relatif tangguh dalam mempertahankan konsumsi.

Baca juga:

Peningkatan penjualan mobil penumpang sebesar 27 persen pada Juni juga menjadi salah satu sinyal positif pemulihan ekonomi setelah pertumbuhan yang lebih rendah pada bulan sebelumnya.

Dengan jumlah investor saham yang semakin besar dan beragam, pergerakan bursa kini menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi dinamika perekonomian Indonesia secara luas.