Media Kampung, Surabaya – Peringatan milad ke-10 Harian Nasional News (HNN) menjadi momen penting untuk mengingatkan kembali nilai-nilai dasar jurnalistik seperti independensi, integritas, dan etika dalam menjalankan profesi wartawan. Acara yang berlangsung di Aula Gedung PWI Jawa Timur pada 26 September 2026 ini dihadiri oleh berbagai tokoh pers dan komunitas media.

Perjalanan HNN dimulai dari media cetak sejak 2016, namun pandemi Covid-19 dan kenaikan biaya produksi memaksa penghentian sementara cetak dan bertransformasi menjadi platform digital. Transformasi ini menjawab perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi, namun prinsip jurnalistik tetap dijaga, terutama integritas dan verifikasi informasi.

Pemimpin Redaksi HNN, Nurdin Longgari, menegaskan bahwa teknologis dan cara penyampaian berita boleh berubah, tetapi integritas wartawan tidak boleh luntur. Ia mengingatkan agar seluruh wartawan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, menghindari penyebaran berita bohong, intimidasi, dan kepentingan pribadi dalam pemberitaan.

Ketua PWI Jawa Timur, H. Lutfil Hakim, menyoroti tantangan pers di era digital yang semakin kompleks. Ia menekankan bahwa media profesional harus memberikan nilai lebih melalui akurasi, verifikasi, kedalaman, dan keberimbangan informasi di tengah banjir informasi dari berbagai sumber seperti media sosial dan influencer.

Dalam tauziah yang disampaikan oleh Ustadz H. Hasan Basri Fuk, wartawan diingatkan akan amanah besar sebagai pengawal informasi yang harus berdasarkan fakta dan prinsip tabayyun dalam memastikan kebenaran informasi sebelum disebarkan. Integritas dan independensi menjadi modal utama agar pemberitaan tidak menjadi alat tekanan atau penyebar kebohongan.

HNN juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi jurnalistik melalui praktik kerja lapangan, sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem jurnalistik yang berkelanjutan. Milad ke-10 HNN bukan sekadar perayaan usia media, tetapi pengingat bahwa pers memegang tanggung jawab besar dalam demokrasi dan kehidupan masyarakat.

Di tengah derasnya laju informasi, media harus lebih dari sekadar cepat, yakni jujur, profesional, dan memberikan manfaat nyata bagi publik. Masa depan pers tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh integritas setiap insan pers yang berada di balik berita, yang menulis sejarah berdasarkan fakta, bukan kepentingan pribadi.