Media Kampung – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III dan IV tahun 2026. Ia memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi nasional akan mencapai lebih dari 5,5 persen, menandai kinerja yang solid di tengah tantangan ekonomi global.

Optimisme tersebut disampaikan Suahasil dalam konferensi pers di Gedung Pusat Bank Indonesia, Jakarta Pusat, pada Kamis (24/9/2026). Menurutnya, pertumbuhan di atas 5,5 persen pada paruh kedua tahun ini merupakan pencapaian yang menggembirakan, meski pemerintah tetap menargetkan pertumbuhan hingga 6 persen.

Indikator Ekonomi yang Mendukung

Beberapa indikator fundamental ekonomi Indonesia menunjukkan kekuatan yang mendasari optimisme ini. Inflasi tercatat berada pada level 3,19 persen, yang masih dalam batas wajar dan mendukung stabilitas harga. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen, menunjukkan momentum positif sejak awal tahun.

Selain itu, pertumbuhan kredit yang mencapai sekitar 13 persen menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat. Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berjalan dengan baik juga turut memperkuat kondisi ekonomi nasional. Koordinasi dalam pengelolaan Surat Berharga Negara (SBN) serta Surat Berharga Syariah Negara (SRBI) berjalan lancar, mendukung stabilitas fiskal.

Data Resmi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan (year-on-year) dan 3,73 persen secara kuartalan (quarter-to-quarter). Angka ini meningkat dibandingkan dengan kuartal II 2025 yang tercatat sebesar 5,12 persen (yoy).

Rangkaian data ini menegaskan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Pertumbuhan yang stabil dan inflasi terkendali memberikan ruang bagi pemerintah untuk terus mendorong percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi.

Signifikansi dan Prospek Ekonomi Indonesia

Optimisme Menkeu Suahasil mencerminkan keyakinan pemerintah dalam menghadapi tantangan global dan menjaga momentum pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang sinergis, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan kinerja ekonomi yang kuat hingga akhir tahun 2026.

Keberhasilan menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5,5 persen akan berdampak positif bagi penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat daya saing nasional di kancah internasional.