Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (24/9), berakhir di level 6.298,61 setelah tergerus 76,30 poin atau 1,20 persen. Penurunan ini mengikuti tren negatif di bursa Asia yang dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap inflasi global dan ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS).
Tekanan di pasar saham tidak hanya bersumber dari faktor global, tetapi juga kondisi ekonomi domestik yang menunjukkan perlambatan, terutama dari sisi konsumsi masyarakat dan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar AS. Investor asing pun mulai menarik dana, menambah beban pada pasar modal Indonesia.
Faktor Global yang Memicu Penurunan IHSG
Pasar saham dunia tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari melonjaknya imbal hasil obligasi AS, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, hingga ketidakpastian hasil perundingan dagang antara AS dan China. Lonjakan harga minyak mentah akibat konflik tersebut turut menambah kekhawatiran inflasi dan memperkuat prediksi kenaikan suku bunga The Fed.
Ketegangan Geopolitik dan Konflik Dagang
Presiden Iran menyatakan ketidakpastian dalam proses perdamaian dengan AS, sementara negosiasi dagang AS-China masih belum mencapai kesepakatan resmi meski ada perpanjangan masa gencatan senjata. Hal ini menciptakan ketidakpastian yang tinggi di kalangan investor global.
Kondisi Ekonomi Dalam Negeri yang Menghambat Pemulihan
Meski Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada September 2026, perlambatan pertumbuhan ekonomi dan konsumsi masyarakat yang lesu menjadi tantangan berat. Rupiah yang melemah terhadap dolar AS menambah tekanan terhadap pasar modal.
Performa Sektoral dan Aktivitas Perdagangan
Seluruh 11 sektor saham yang tergabung dalam IHSG mengalami koreksi, dengan sektor barang baku mencatat penurunan terdalam sebesar 2,00 persen. Sektor industri dan properti juga mengalami penurunan signifikan. Sepanjang hari, saham didominasi oleh transaksi jual dengan frekuensi mencapai 1,62 juta kali dan nilai transaksi sebesar Rp11,21 triliun.
Dampak Regional
Penurunan serupa juga terjadi di bursa saham Asia lainnya, seperti Shanghai dan Hang Seng, kecuali indeks Nikkei yang justru berhasil rebound. Kondisi ini memperlihatkan tekanan global yang luas terhadap pasar saham kawasan Asia.
Pergerakan IHSG hari ini mencerminkan sensitivitas pasar terhadap dinamika global dan domestik yang kompleks. Investor diharapkan terus memantau perkembangan geopolitik dan kondisi ekonomi untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.















Tinggalkan Balasan