Media Kampung – National Stock Exchange (NSE) India akan meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) senilai $2,3 miliar, yang menjadi salah satu IPO terbesar di negara tersebut. Namun, peluncuran ini datang di tengah kekhawatiran investor terkait penurunan volume perdagangan derivatif yang menjadi pendorong utama pertumbuhan bursa saham terbesar di India ini.
IPO NSE ini merupakan penawaran untuk jual saham dari pemegang saham swasta lama tanpa penerbitan saham baru, sehingga tidak ada modal baru yang dihimpun. Penawaran dimulai dengan pemesanan oleh investor utama institusional pada hari Rabu dan akan dibuka untuk umum mulai Kamis hingga 21 September.
Harga saham NSE ditawarkan pada kisaran 1.700 hingga 1.785 rupee India (sekitar $17,72 sampai $18,60), yang menilai perusahaan pada angka sekitar $46 miliar. Namun, valuasi ini mengalami penurunan 15-20% dari angka yang dipresentasikan dalam roadshow pra-IPO dan 40% lebih rendah dibandingkan penjualan saham NSE di pasar privat pada 2024. Penurunan valuasi ini terutama disebabkan oleh perlambatan volume perdagangan opsi yang diatur ulang oleh regulasi terbaru untuk menyesuaikan dengan standar global.
NSE mengandalkan sekitar 80% pendapatannya dari aktivitas perdagangan, di mana 60% berasal dari perdagangan opsi. Sayangnya, volume perdagangan opsi telah turun hingga 27% dari puncaknya pada tahun ini, yang menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan pertumbuhan berbasis derivatif tersebut.
Gary Tan, manajer portofolio di Allspring Global Investments, menyatakan bahwa dominasi NSE dalam likuiditas dan skala pasar merupakan keunggulan kompetitif, tetapi eksposurnya yang tinggi terhadap derivatif membuat pendapatan perusahaan menjadi sangat sensitif terhadap perubahan regulasi dan dinamika pasar.
Meski demikian, dengan valuasi yang telah disesuaikan, NSE masih termasuk dalam jajaran 10 bursa terbesar di dunia. Berbagai investor institusional global, termasuk dana kekayaan negara dan manajer aset jangka panjang, telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi pada harga yang ditawarkan saat ini.
IPO ini menjadi sorotan penting karena menandai momentum bagi NSE di tengah perubahan regulasi dan dinamika pasar modal India, sekaligus memberikan gambaran bagaimana investor menilai prospek pertumbuhan di tengah tantangan yang ada.













Tinggalkan Balasan