Media Kampung – Samir Arora, pendiri Helios Capital, mengusulkan agar dana mutual funds di India menunda partisipasi dalam penawaran umum perdana (IPO), penempatan institusi berkualitas (QIP), dan penempatan saham baru lainnya selama 30 hari. Langkah ini diharapkan dapat membantu menstabilkan pasar saham yang saat ini mengalami tekanan akibat banyaknya penerbitan saham baru.

Arora menyarankan agar rumah-rumah dana mutual funds dapat bersatu membentuk asosiasi baru, mirip dengan Asosiasi Dana Mutual India (AMFI), untuk menyepakati penghentian sementara investasi dalam penerbitan baru saham selama periode tertentu. Ia mengungkapkan ide ini dalam wawancara dengan CNBC-TV18, menekankan bahwa boikot sementara tersebut dapat dilakukan secara bergantian, misalnya 30 hari berhenti berinvestasi di IPO dan QIP, kemudian 30 hari pasar bebas, dan seterusnya.

Baca juga:

Menurut Arora, tekanan pada pasar saham India saat ini bukan berasal dari penjualan investor asing, melainkan akibat tingginya jumlah penerbitan saham baru yang masuk ke pasar. Ia juga menyoroti bahwa beberapa transaksi tersebut ditangani oleh bankir investasi yang kurang teliti, sehingga berdampak negatif pada performa pasar. Ia membandingkan situasi ini dengan periode 1999 dan 2007, ketika lonjakan penerbitan saham baru juga menekan pasar.

Baca juga:

Meski mengkhawatirkan tingginya penerbitan saham baru, Arora tetap optimis terhadap prospek pasar saham secara umum. Ia mencatat adanya beberapa perubahan positif dalam tiga sampai empat bulan terakhir yang dapat mendukung pasar ke depan. Saat ini, Helios Capital hanya mengambil alokasi anchor investor di sekitar tujuh sampai delapan IPO per tahun.

Baca juga:

Usulan Arora ini penting untuk diperhatikan oleh pelaku pasar dan regulator karena dapat menjadi alternatif untuk mengelola volatilitas pasar saham yang dipicu oleh penerbitan saham baru secara masif. Dengan adanya jeda, diharapkan pasar dapat menunjukkan performa yang lebih sehat, memberikan waktu bagi investor untuk melakukan penilaian kembali, serta meningkatkan transparansi dan kehati-hatian dalam penerbitan saham baru.