Media Kampung – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menjadi sorotan investor di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal September 2026. Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (Buy) untuk saham BBCA dengan target harga Rp7.300 per saham, menandakan potensi kenaikan yang menarik di sektor perbankan.
Pergerakan positif juga terlihat pada saham-saham bank besar lainnya seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang didukung oleh pertumbuhan kredit nasional yang mencapai 13 persen secara tahunan hingga Juli 2026. Kondisi ini menunjukkan akselerasi penyaluran kredit, khususnya kredit investasi dan modal kerja, yang memperkuat kinerja sektor perbankan meski likuiditas mulai ketat.
Selain sektor perbankan, sektor komoditas juga mendapat rekomendasi beli dari Mandiri Sekuritas, dengan saham-saham seperti PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang menunjukkan potensi kenaikan harga saham. Sektor teknologi menjadi pendorong utama kenaikan IHSG dengan kenaikan sektor ini mencapai 1,08 persen pada perdagangan Selasa (1/9/2026).
IHSG ditutup menguat 1,14 persen ke level 6.564, didukung oleh penguatan di sembilan dari sebelas sektor saham dengan nilai transaksi harian mencapai Rp20,02 triliun. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi yang paling aktif berdasarkan nilai transaksi, diikuti oleh saham BBRI, BMRI, dan BBCA yang juga mencatatkan transaksi signifikan.
BNI Sekuritas dan Kiwoom Sekuritas Indonesia memberikan prediksi IHSG akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat pada rentang level support 6.450-6.500 dan resistance 6.580-6.620. Rekomendasi saham yang patut diperhatikan termasuk PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Investor diharapkan tetap memperhatikan kondisi pasar dan memilih saham dengan fundamental kuat di tengah dinamika pasar yang terus bergerak. Perkembangan ini memberikan peluang bagi investor jangka menengah hingga panjang untuk memanfaatkan momentum penguatan sektor perbankan, komoditas, dan teknologi di Bursa Efek Indonesia.













Tinggalkan Balasan