Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan hingga lebih dari 4 persen pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Tekanan ini terjadi sejak sesi pembukaan dan terus berlanjut sepanjang hari, dipengaruhi oleh beragam sentimen negatif baik dari faktor domestik maupun global.

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan langsung menunjukkan koreksi tajam, dengan data RTI mencatat indeks turun 4,22 persen ke posisi 6.439 pada pukul 11.25 WIB. Seluruh sektor saham utama mengalami tekanan, termasuk indeks LQ45 yang melemah 3,4 persen menjadi 635. Penurunan ini membuat IHSG meninggalkan level psikologis 6.500.

Salah satu pemicu utama pelemahan pasar adalah reaksi investor terhadap hasil pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Amerika Serikat dan Presiden China yang menimbulkan ketidakpastian di pasar global. Selain itu, pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) tentang rebalancing indeks yang mengeluarkan beberapa saham Indonesia dari Global Standard dan Global Small Cap Index turut memberikan tekanan tambahan pada pasar saham domestik.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menanggapi kondisi tersebut dengan menilai penurunan IHSG sebagai fenomena jangka pendek yang bersifat sentimen. Ia menegaskan pemerintah tetap fokus menjaga pondasi ekonomi nasional agar tidak terganggu oleh fluktuasi pasar saham. Menurut Purbaya, pemerintah juga akan melakukan intervensi di pasar obligasi untuk menahan gejolak dan mengantisipasi keluarnya investor asing yang khawatir terhadap risiko capital loss.

“Penurunan ini hanya masalah sentimen jangka pendek. Kami akan memperkuat pondasi ekonomi dan memastikan pembangunan tetap berjalan,” ujar Purbaya. Ia menambahkan bahwa pemerintah mulai meningkatkan keterlibatan di pasar obligasi sejak pekan lalu dan akan memperbesar intervensi untuk menjaga stabilitas pasar keuangan.

Sepanjang perdagangan hari itu, saham-saham unggulan seperti BREN dan CDIA mengalami tekanan signifikan, mencerminkan kondisi pasar yang sedang melemah. Investor di pasar modal diimbau untuk tetap waspada terhadap perkembangan sentimen global dan domestik yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG ke depan.

Situasi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan pemerintah dan pelaku pasar dalam menghadapi dinamika pasar yang dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun kebijakan strategis. Pemerintah diperkirakan akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional dan pasar modal dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.