Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama pada hari Senin, 25 Mei 2026, dengan posisi yang masih berada di zona hijau, tepatnya di level 6.219,34. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,93 persen dari posisi pembukaan sesi pagi yang berada di 6.187,55.

Pergerakan IHSG pada sesi I menunjukkan fluktuasi dengan titik tertinggi mencapai 6.236,92 dan titik terendah di angka 6.124,57. Aktivitas perdagangan cukup tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 9,26 triliun dan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 16,99 miliar lembar saham.

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 511 saham mengalami kenaikan harga, sementara 204 saham tercatat melemah dan 99 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan harga. Hal ini menandakan mayoritas saham bergerak positif selama sesi pertama perdagangan bursa hari ini.

Tim Analis Phintraco menyampaikan bahwa IHSG diperkirakan akan mempertahankan tren positifnya memasuki sesi kedua hari ini, dengan rentang pergerakan yang diprediksi berada di antara 6.000 hingga 6.250. Para pelaku pasar tampaknya menantikan pengumuman rebalancing MSCI yang dijadwalkan pada akhir bulan ini, meskipun pekan perdagangan ini berlangsung singkat.

Faktor eksternal juga memberikan sentimen positif. Indeks utama di Wall Street pada akhir pekan lalu menguat, dengan Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencatatkan penutupan tertinggi. Selain itu, adanya prospek kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran meningkatkan kepercayaan investor untuk mengambil risiko, meski ketidakjelasan terkait pembukaan Selat Hormuz masih membatasi optimisme pasar secara menyeluruh.

Dengan situasi tersebut, IHSG masih menunjukkan ketahanan dan peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Para investor dan pelaku pasar tetap memantau perkembangan global dan domestik yang bisa mempengaruhi dinamika pasar modal Indonesia dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.