Media Kampung – Kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia kembali terlihat dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu. Chief Operating Officer Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menilai apresiasi pasar modal ini menjadi sinyal positif bahwa investor yakin dengan prospek jangka panjang perekonomian nasional.
Menurut Dony, meskipun pergerakan pasar jangka pendek kerap dipengaruhi berbagai sentimen, investor pada akhirnya akan kembali menilai berdasarkan kekuatan fundamental perusahaan dan negara. Ia menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan nasional, khususnya BUMN, memiliki fundamental yang solid di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, dan lainnya. Hal ini menjadi modal penting untuk terus meningkatkan nilai perusahaan dan menjaga kepercayaan investor.
Dony juga menanggapi aksi korporasi seperti pembelian kembali saham (buyback) oleh BUMN. Ia menjelaskan bahwa buyback merupakan mekanisme bisnis yang wajar ketika harga saham dianggap belum mencerminkan nilai fundamental sebenarnya. “Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri,” ujar Dony usai menghadiri acara BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu (14/6).
Ia optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan semakin kuat seiring solidnya fundamental ekonomi dan transformasi BUMN. “Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan,” tutup Dony.
Sejalan dengan optimisme tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, menilai bahwa fundamental ekonomi yang kuat perlu didukung oleh bergeraknya sektor riil, termasuk industri perumahan yang memiliki efek berganda besar. Nixon menegaskan BTN tetap optimistis menjaga momentum pertumbuhan dengan terus mendorong permintaan hunian melalui inovasi pembiayaan. “Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak,” ujar Nixon.
Ia menambahkan bahwa perseroan tetap menjaga target pertumbuhan secara prudent di tengah dinamika ekonomi, dengan memperkuat ekspansi kredit yang sehat dan pengelolaan kualitas aset. “Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” tutur Nixon.
Penguatan IHSG dan pernyataan optimistis dari para pemimpin BUMN ini menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih menjadi daya tarik utama bagi investor, baik domestik maupun asing. Meskipun masih ada tantangan, keyakinan terhadap prospek jangka panjang tetap terjaga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan