Media Kampung – Gubernur baru Bank Indonesia (BI) diharapkan dapat mengembalikan fokus bank sentral pada fungsi utamanya, yaitu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi. Pernyataan ini disampaikan oleh Handi Risza, Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Mandat Utama Bank Indonesia

Menurut Handi Risza, BI seharusnya tidak mengambil peran di luar tugas pokoknya sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang. Fungsi utama BI adalah menjaga kestabilan nilai rupiah dan inflasi, serta menjaga independensi kebijakan moneter agar tetap kredibel. Handi menegaskan bahwa bank sentral tidak boleh dijadikan alat untuk menopang pembiayaan defisit anggaran negara.

Baca juga:

Tantangan Ekonomi Global

Handi juga menyoroti kondisi ekonomi global yang semakin menantang, seperti arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan ketidakpastian pasar keuangan internasional. Tantangan tersebut mengharuskan BI merumuskan kebijakan moneter yang adaptif namun tetap konsisten dengan arah kebijakan nasional untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.

Sinergi Kebijakan Fiskal dan Moneter

Selain itu, Handi mengimbau pemerintah untuk menjaga disiplin fiskal agar tercipta sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal dan moneter. Kombinasi kebijakan yang saling mendukung ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca juga:

Optimalisasi Pengelolaan Devisa Hasil Ekspor

PKS mengusulkan agar BI memperkuat koordinasi dengan pemerintah dalam pengelolaan devisa hasil ekspor (DHE), termasuk dari sektor sumber daya alam. Pengelolaan devisa yang optimal dinilai mampu memperkuat cadangan devisa dan menopang stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global.

Handi menekankan bahwa menjaga kekuatan rupiah tidak cukup hanya dengan intervensi di pasar valuta asing. Dibutuhkan langkah terpadu antara pemerintah dan BI agar devisa hasil ekspor tetap berada dalam sistem keuangan nasional dan memperkuat fondasi perekonomian Indonesia.

Baca juga:

Kesimpulan

Pemulihan fokus BI pada fungsi utama menjaga stabilitas rupiah dan inflasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan domestik. Sinergi kebijakan antara BI dan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan fiskal dan devisa hasil ekspor, sangat penting untuk memperkuat ekonomi nasional dan menjaga kepercayaan investor.