Media Kampung, Jakarta – Carlo Pellegatti, jurnalis olahraga Italia terkenal, mengeluarkan pernyataan tegas membela Luka Modrić setelah kapten AC Milan mendapat sorotan negatif di media Italia.
Luka Modrić, yang berusia 41 tahun, diganti pada babak pertama dalam pertandingan Serie A melawan Lazio yang berakhir imbang 2-2. Penggantian itu memicu kritik tajam terhadapnya, meski tim secara keseluruhan menunjukkan performa yang kurang konsisten.
Pellegatti menegaskan bahwa beban kesalahan seharusnya tidak dibebankan pada pemain veteran tersebut, melainkan pada taktik tim dan kurangnya pergerakan pemain lain. Ia menambahkan bahwa pelatih Ruben Amorim harus menyesuaikan strategi agar seluruh lini dapat bergerak secara efektif.
Kritik serupa juga muncul dari beberapa analis Italia yang menilai usia dan kebugaran Modrić sebagai faktor penurunan, namun data pertandingan menunjukkan kontribusinya tetap signifikan dalam mengatur tempo permainan.
Pendapat Pellegatti menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar dan media, dengan sebagian mengapresiasi dukungan terhadap pemain internasional, sementara yang lain tetap mempertanyakan peran Modrić dalam skema 3‑5‑2 yang diterapkan Amorim.
Situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi AC Milan dalam menyeimbangkan pengalaman pemain senior dengan kebutuhan taktik modern, serta menegaskan pentingnya kebijakan manajerial yang adil dalam menilai performa individu.
Ke depan, keputusan pelatih mengenai penggunaan Modrić akan menjadi indikator utama apakah kritik tersebut akan berkurang atau terus berlanjut, dengan harapan pemain tersebut dapat terus berkontribusi pada ambisi klub di kompetisi domestik dan Eropa.













Tinggalkan Balasan