Media Kampung – Pada tanggal 14 Juli 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (House of Representatives) menyetujui sebuah undang-undang yang bertujuan menjadikan daylight saving time (waktu musim panas) berlaku sepanjang tahun. Dengan suara mayoritas 308 berbanding 117, RUU tersebut kini diteruskan ke Senat untuk pembahasan lebih lanjut.

Daylight saving time adalah praktik memajukan jam satu jam pada musim semi dan mengembalikannya pada musim gugur, dengan tujuan memanfaatkan cahaya matahari lebih lama pada sore hari. Praktik ini telah diterapkan selama bertahun-tahun di banyak negara, termasuk Amerika Serikat, meskipun kontroversi dan perdebatan mengenai manfaat dan dampaknya terus berlangsung.

Baca juga:

Apa Itu Daylight Saving Time dan Kapan Berlaku?

Daylight saving time biasanya dimulai pada musim semi, sekitar bulan Maret, dengan memajukan jam satu jam, dan berakhir pada musim gugur, sekitar bulan November, dengan mengembalikan jam satu jam ke waktu standar. Namun, jika undang-undang baru ini disahkan, perubahan jam dua kali setahun ini akan dihilangkan dan waktu musim panas akan berlaku sepanjang tahun.

Latar Belakang dan Sejarah Perubahan Daylight Saving Time

Debat mengenai penghapusan perubahan jam dua kali setahun bukan hal baru. Pada tahun 1973, saat terjadi konflik di Timur Tengah, Amerika Serikat pernah memajukan waktu daylight saving untuk menghemat energi. Namun, kebijakan itu hanya berlaku sementara dan kemudian kembali ke sistem yang ada.

Praktik perubahan waktu ini sempat mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan politik dan masyarakat, karena dianggap dapat menghemat energi dan meningkatkan produktivitas. Namun, kini banyak yang mempertanyakan efektivitasnya, terutama terkait dampak kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Baca juga:

Dampak Kesehatan Daylight Saving Time

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perubahan waktu, terutama pada musim semi ketika jam maju satu jam, dapat berdampak negatif pada kesehatan. Studi yang diterbitkan dalam Scientific Reports mengungkapkan peningkatan risiko penyakit retina seperti proliferative diabetic retinopathy dan neovascular age-related macular degeneration hingga 30% setelah perubahan waktu musim semi.

Selain itu, gangguan pola tidur yang terjadi akibat perubahan waktu dapat memicu inflamasi dan perubahan metabolisme yang berdampak pada pembuluh darah kecil di retina, yang merupakan jaringan sensitif di mata. Sebaliknya, pada musim gugur saat jam mundur satu jam, risiko beberapa penyakit retina justru menurun sekitar 20%.

Mengapa Perubahan Ini Penting untuk Diperhatikan?

Keputusan untuk menjadikan daylight saving time permanen akan berdampak luas, mulai dari kebiasaan masyarakat dalam beraktivitas hingga kesehatan publik. Dengan menghilangkan perubahan jam dua kali setahun, diharapkan gangguan tidur dan risiko kesehatan terkait dapat diminimalkan.

Baca juga:

Namun, perubahan ini juga memerlukan adaptasi dari berbagai sektor, termasuk bisnis, pendidikan, dan pemerintahan, untuk menyesuaikan jadwal dan operasional sesuai dengan waktu baru.

Proses legislasi selanjutnya di Senat akan menentukan apakah undang-undang ini dapat menjadi kenyataan dan bagaimana implementasinya di masa depan.

Perubahan daylight saving time adalah topik yang relevan dengan kehidupan sehari-hari banyak orang, dan penting untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan serta memahami dampaknya secara menyeluruh.