Media Kampung, PandeglangBasarnas Banten terus melanjutkan operasi pencarian terhadap speedboat Arupadhatu I yang membawa lima jurnalis dan tiga awak di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), setelah melakukan verifikasi terhadap video drone viral yang diduga merekam keberadaan speedboat tersebut.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa tim SAR telah menindaklanjuti video yang beredar sejak 13 September 2026 dengan mengerahkan personel serta peralatan, termasuk penerbangan drone dan penyisiran dengan sea rider di dekat pesisir Anak Krakatau. Pencarian dilakukan hingga radius 4 kilometer dari bibir pantai gunung tersebut, namun hasilnya belum menemukan tanda keberadaan speedboat maupun korban.

Baca juga:

Operasi Pencarian Terfokus dan Terbagi Sektor

Selain memverifikasi video drone, Basarnas mengorganisasi pencarian dengan membagi area menjadi lima sektor seluas total 3.962 mil laut persegi. Sebanyak 20 armada laut dikerahkan, terdiri dari kapal-kapal milik TNI AL, Basarnas, Polairud, dan kapal pendukung lainnya. Masing-masing sektor disisir secara intensif selama beberapa jam, namun sampai hari kedelapan operasi belum membuahkan hasil positif.

Baca juga:

Detail Pencarian di Tiap Sektor

  • Sektor A: Disisir KRI Gilimanuk dan KRI Lauser di perairan barat Teluk Belimbing, Lampung, selama sekitar 10 jam tanpa hasil.
  • Sektor B: Disisir KN SAR Antasena dan KP Sanjaya di sekitar Pulau Panaitan, hasil nihil.
  • Sektor C: Meliputi timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Anak Gunung Krakatau, KN SAR Tetuka melakukan pencarian dan verifikasi video drone selama sekitar sembilan jam, tidak ditemukan tanda keberadaan speedboat.
  • Sektor D: KRI Lepu menyisir perairan tenggara Gunung Anak Krakatau selama sekitar 10 jam, belum menemukan petunjuk.
  • Sektor E: KRI Kerambit menelusuri kawasan tenggara Pulau Sebesi selama delapan jam, hasil pencarian juga nihil.

Kondisi Cuaca dan Status Gunung Anak Krakatau

Cuaca menjadi kendala utama dalam pencarian, dengan kondisi berawan dan berkabut yang membatasi jarak pandang antara 1 sampai 1,5 mil laut. Tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 2,5 meter, terutama ke arah Samudera Hindia. Meski demikian, status Gunung Anak Krakatau tetap di Level III (Siaga) dengan tidak terjadi erupsi selama operasi pencarian berlangsung.

Baca juga:

Kelanjutan Operasi SAR

Basarnas tetap optimistis dan melanjutkan pencarian sampai ditemukan titik terang mengenai keberadaan speedboat Arupadhatu I dan para korban. Hingga saat ini, belum ada petunjuk baru yang mengarah pada keberhasilan evakuasi. Tim SAR gabungan terus berkoordinasi dan memaksimalkan sumber daya yang ada untuk memastikan pencarian berjalan efektif dan menyeluruh.