Media KampungErupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi pada Sabtu malam (5/9/2026) memengaruhi perjalanan Persija Jakarta usai bertanding melawan Borneo FC di Samarinda. Akibat abu vulkanik yang menyebar ke wilayah Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma, aktivitas penerbangan menuju dan dari Jakarta mengalami penutupan sementara hingga pukul 18.00 WIB.

Situasi ini memaksa Persija Jakarta untuk mengubah rute kepulangan mereka. Awalnya, skuad Persija dijadwalkan terbang langsung dari Samarinda ke Jakarta pada Minggu (6/9/2026), namun karena penutupan bandara, rombongan harus melakukan perjalanan darat terlebih dahulu menuju Balikpapan.

Baca juga:

Perubahan Rute Kepulangan Persija

Setibanya di Balikpapan, Persija melanjutkan perjalanan dengan pesawat menuju Yogyakarta. Selanjutnya, dari Yogyakarta, mereka menggunakan bus untuk sampai ke Jakarta. Dengan demikian, rute yang semula Samarinda-Jakarta menjadi Samarinda-Balikpapan-Yogyakarta-Jakarta.

Kukuh Wahyudi, Media Officer Persija Jakarta, menjelaskan bahwa perubahan ini adalah langkah penyesuaian akibat dampak erupsi Anak Krakatau yang mengganggu operasional penerbangan di Jakarta.

Kemenangan Bersejarah di Segiri

Selain penyesuaian perjalanan, Persija juga membawa kabar baik dari laga tandangnya. Mereka berhasil mengalahkan Borneo FC dengan skor 1-0 berkat gol Alexander Jeremejeff pada menit ke-45+1. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Persija di Stadion Segiri dalam sembilan tahun terakhir, sejak kemenangan terakhir pada 2017.

Baca juga:

Hasil positif ini menambah semangat skuad Macan Kemayoran dalam melanjutkan kompetisi Liga Indonesia musim 2026-2027.

Dampak Erupsi Anak Krakatau pada Penerbangan

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda ini menyebabkan abu vulkanik menyebar ke wilayah sekitar, termasuk area Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma di Jakarta. Penutupan sementara bandara tersebut bertujuan untuk menjaga keselamatan penerbangan dari potensi gangguan akibat abu vulkanik yang dapat merusak mesin pesawat.

Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang dapat berdampak luas terhadap aktivitas transportasi dan perjalanan, terutama bagi tim olahraga yang memiliki jadwal ketat.

Baca juga:

Persiapan dan Penyesuaian Tim

Manajemen Persija Jakarta mengambil langkah cepat dengan mengatur ulang rute perjalanan demi memastikan tim dapat kembali ke Jakarta dengan aman dan tepat waktu. Kombinasi perjalanan darat dan udara dipilih sebagai solusi terbaik mengingat situasi darurat tersebut.

Langkah ini juga menunjukkan fleksibilitas dan koordinasi yang baik antara manajemen, pemain, dan ofisial dalam menghadapi kendala tak terduga selama perjalanan.

Dengan kemenangan sekaligus perjalanan yang lancar meski harus melewati rute panjang, Persija Jakarta siap menghadapi pertandingan berikutnya dengan semangat tinggi.