Media Kampung – Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi tengah mempersiapkan penempatan Kapal SAR Widura 225 sebagai upaya memperkuat layanan pencarian dan pertolongan di wilayah perairan Selat Bali dan sekitarnya. Persiapan ini dilakukan melalui survei lokasi dan koordinasi lintas instansi yang berlangsung di Dermaga PT Pelindo Properti Indonesia Boom Marina Banyuwangi pada Selasa, 19 Mei 2026.

Survei tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, bersama Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Muhammad Puji Santoso, dan Kepala Seksi Teknik Kepelabuhanan, Tri Wahyono. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan fasilitas sandar serta sarana pendukung dan dukungan operasional yang diperlukan sebelum kapal SAR tersebut resmi ditempatkan di wilayah kerja Kantor SAR Banyuwangi.

I Made Oka Astawa menyampaikan bahwa kehadiran Kapal SAR Widura 225 diharapkan dapat mempercepat respons dalam penanganan kecelakaan laut maupun kondisi darurat di perairan Banyuwangi. “Survei ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan lokasi sandar serta dukungan lintas instansi dalam menunjang operasional Kapal SAR Widura 225. Dengan hadirnya kapal ini, pelayanan SAR kepada masyarakat diharapkan semakin optimal, cepat, dan efektif,” ujarnya.

Wilayah perairan Banyuwangi dikenal memiliki aktivitas pelayaran dan wisata laut yang cukup padat sehingga membutuhkan kesiapsiagaan SAR yang lebih baik. Penempatan kapal baru ini diproyeksikan dapat memperkuat operasi pencarian dan pertolongan khususnya di kawasan strategis Selat Bali yang sering dilalui berbagai jenis kapal dan aktivitas laut.

Koordinasi antar instansi menjadi bagian penting dalam mendukung tugas kemanusiaan di perairan ini. Sinergi antara Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan instansi terkait di bidang kepelabuhanan dinilai krusial untuk mempercepat penanganan saat terjadi keadaan darurat di laut.

Dengan adanya Kapal SAR Widura 225 yang akan disiagakan di Banyuwangi, Kantor SAR setempat diharapkan memiliki kemampuan operasional yang lebih optimal dalam melakukan penanganan kecelakaan kapal, kondisi membahayakan manusia, serta penanggulangan bencana di wilayah perairan Banyuwangi dan sekitarnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan SAR demi keselamatan masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut di daerah tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.