Media KampungHari Kebangkitan Nasional 2026 diperingati pada 20 Mei dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya kesadaran berbangsa di Indonesia yang bermula dari pendirian organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Peringatan ke-118 ini menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali peran generasi muda sebagai tunas bangsa yang harus dijaga demi mempertahankan kedaulatan negara.

Dalam upacara peringatan yang digelar di berbagai instansi dan lembaga pendidikan, pidato Hari Kebangkitan Nasional menjadi bagian utama untuk menyampaikan pesan persatuan dan nasionalisme. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menekankan bahwa di era digital saat ini, generasi muda menghadapi beragam tantangan, mulai dari penyebaran informasi palsu hingga ancaman radikalisme yang dapat melemahkan semangat kebangsaan. Oleh karena itu, menjaga tunas bangsa dengan meningkatkan karakter, intelektualitas, dan kemampuan teknologi menjadi sangat vital.

Salah satu pidato resmi yang dibacakan mengingatkan bahwa perjuangan bangsa telah bergeser dari perlawanan fisik menjadi perjuangan intelektual dan diplomatik. Semangat Boedi Oetomo menjadi tonggak awal transformasi tersebut, di mana para pemuda terpelajar mengonsolidasikan kekuatan melalui pendidikan dan organisasi untuk mempersatukan bangsa. Pesan ini mengajak semua elemen masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencontoh semangat tersebut dengan mengedepankan gotong royong, inovasi, dan persatuan sebagai nafas menuju Indonesia yang lebih maju.

Susunan upacara yang resmi diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih dan diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta penghormatan kepada para pahlawan dengan mengheningkan cipta. Selanjutnya, pembacaan naskah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 menjadi pengingat nilai-nilai dasar negara yang harus terus dijaga. Pidato dari Menteri Komunikasi dan Digital menegaskan pentingnya menjaga kualitas generasi penerus agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab.

Upacara diakhiri dengan pembacaan doa yang memohon rahmat dan kekuatan agar bangsa Indonesia dapat terus bersatu dan maju. Doa tersebut juga berisi permohonan perlindungan agar bangsa tidak mudah terpecah belah oleh berbagai pengaruh negatif. Dengan semangat tersebut, peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, melainkan juga menjadi momentum refleksi dan aksi nyata untuk menjaga kedaulatan negara melalui penguatan karakter bangsa.

Dengan semangat yang terus dipupuk, diharapkan Indonesia mampu melangkah mantap menuju Indonesia Emas 2045, di mana generasi muda mengambil peran utama dalam pembangunan bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.