Media Kampung, Pangandaran – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf resmi terkait insiden ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang terjadi saat peresmian pada 30 Agustus 2026. Maruli menegaskan bahwa pihak TNI AD bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut.
Insiden ini terjadi ketika sekitar 50 orang melintasi jembatan yang baru saja diresmikan dan ternyata melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Akibat beban berlebih tersebut, tali sling di sisi kiri jembatan terlepas, menyebabkan jembatan menjadi miring dan melengkung ke bawah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Maruli Simanjuntak, yang juga ditunjuk sebagai kepala satuan tugas pembangunan jembatan oleh Presiden, mengungkapkan, “Saya pribadi bersama anggota memohon maaf atas kejadian ini dan kami bertanggung jawab atas insiden tersebut.” Permintaan maaf ini ditujukan khususnya kepada warga Pangandaran yang terdampak.
Setelah kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran segera melakukan penanganan teknis. Hingga saat ini, jembatan tersebut belum dibuka kembali untuk umum karena perbaikan dan evaluasi struktural masih terus dilakukan guna memastikan keamanan sebelum digunakan kembali.
Investigasi teknis yang dilakukan oleh TNI AD mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan kegagalan struktur jembatan. Di antaranya adalah patahnya pengait block anchor, konfigurasi dan posisi block anchor terhadap pylon yang bermasalah, serta masalah pada sistem roller dan turnbuckle. Selain itu, konfigurasi sling bawah dan perbedaan elevasi pada pylon juga turut memengaruhi kinerja struktur secara keseluruhan. Kondisi tersebut diperparah dengan pembebanan yang melebihi kapasitas jembatan saat itu.
Ombudsman Jawa Barat juga meminta evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada aspek teknis tetapi juga pada perencanaan, pengawasan, pemeriksaan kelayakan, dan rantai tanggung jawab sebelum jembatan dioperasikan. Hal ini penting untuk menjamin keselamatan dan pelayanan publik yang optimal.
Menanggapi insiden tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun jembatan permanen yang lebih kuat dan tahan lama di lokasi yang sama pada tahun 2027 sebagai pengganti jembatan gantung yang rusak.
Selain fokus pada penyelesaian insiden jembatan, KSAD Maruli Simanjuntak juga meninjau beberapa proyek pembangunan dan pemulihan di Jawa Barat, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Curug Rahong, Garut, yang menjadi contoh bagi daerah lain dalam pemanfaatan energi terbarukan. Maruli menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk menjalankan program-program pembangunan yang berdampak positif bagi masyarakat.
Maruli juga mengikuti pemantauan dan mendukung upaya pembersihan danau Situ Bagendit di Garut yang selama ini mengalami pendangkalan dan munculnya gulma seperti eceng gondok yang mengganggu fungsi dan keindahan danau sebagai destinasi wisata. Aksi bersih-bersih ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk membantu pemulihan lingkungan dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat melalui pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
Dengan berbagai upaya tersebut, KSAD Maruli Simanjuntak berkomitmen untuk memastikan bahwa insiden di Pangandaran menjadi pelajaran penting dalam pembangunan infrastruktur serta meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.













Tinggalkan Balasan