Media Kampung – TNI Angkatan Darat (AD) mengirimkan Kapal ADRI-XCII BM yang membawa bantuan logistik, fasilitas kesehatan, dan personel medis ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kapal yang diberangkatkan dari Jakarta Utara tersebut diperkirakan tiba di NTT dalam waktu sekitar tiga hari.
Bantuan Lengkap untuk Penanganan Jangka Panjang
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mendukung warga terdampak gempa. Bantuan tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan awal, melainkan juga untuk penanganan dalam beberapa bulan ke depan mengingat proses pemulihan bencana membutuhkan waktu yang panjang.
Rincian Bantuan yang Dikirim
Kapal membawa sekitar 70 ton bahan makanan dan logistik, termasuk:
- 32,5 ton beras
- 500 kilogram gula
- 4.000 botol minyak goreng ukuran 1 liter
- 1.140 dus mie instan
- 1.997 dus susu bayi
- 672 dus bubur bayi
- 330 dus pembalut wanita
- 710 dus pampers
- 1.000 dus air minum kemasan
- 5.000 paket ransum tempur
- 28 karung pakaian layak pakai
- 12.000 liter bahan bakar minyak (pertalite, Pertamina Dex, biosolar)
Selain logistik, kapal juga membawa dua unit ambulans dan lima truk berkapasitas 2,5 ton untuk mendukung mobilitas di lapangan. Terdapat pula 100 tandon air berkapasitas 1.100 liter, 13 set genset, 30 tenda serbaguna, dan 900 tempat tidur lapangan (veldbed).
Fasilitas Kesehatan dan Personel Medis
Kapal ADRI-XCII BM dilengkapi fasilitas rumah sakit dengan kapasitas pelayanan selama 20 hari. Fasilitas tersebut mencakup delapan tempat tidur pasien rawat inap dan 66 tempat tidur rawat jalan, lengkap dengan alat kesehatan dan obat-obatan. Kapal membawa dua dokter dan enam perawat yang siap memberikan perawatan sesuai kebutuhan korban bencana.
Personel TNI AD dan Dukungan Operasional
Saat ini, TNI AD telah mengerahkan sekitar 2.253 personel dari Bali dan Kupang untuk membantu penanganan bencana di NTT, belum termasuk pasukan dari TNI Angkatan Udara dan Laut yang diperkirakan menambah jumlah personel hingga sekitar 5.000 orang. Pengiriman truk dan ambulans diharapkan memperlancar distribusi bantuan di wilayah yang sulit dijangkau.
Kebutuhan Tambahan dan Evaluasi
Meski kebutuhan alat berat masih dievaluasi, informasi awal menyatakan bahwa peralatan yang ada sudah mencukupi. TNI AD juga memprioritaskan penyediaan air bersih dengan rencana pengeboran titik sumber air yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh warga pasca bencana.
Koordinasi dan Permintaan Informasi dari Masyarakat
KSAD Maruli meminta masyarakat di wilayah terdampak yang belum menerima bantuan untuk memberikan posisi atau lokasi mereka agar dapat segera dijangkau. Sebagian warga memilih tinggal bersama kerabat sebagai bentuk solidaritas sosial yang kuat di kawasan Flores.















Tinggalkan Balasan